Tersisa Dua Penjual, Tahok Kian Langka di Solo

Tersisa Dua Penjual, Tahok Kian Langka di Solo
Seporsi tahok siap dinikmati. (Inibaru.id/ Inadha Rahma Nidya)

Tahok merupakan makanan khas Solo yang berasal dari Singapura. Sayangnya, Tahok kini kian sulit ditemukan. Di Solo hanya tersisa dua penjual.

Inibaru.id - Jalan-jalanmu ke Solo bakal terasa kurang kalau nggak sempat menikmati tahok. Apalagi jajanan ini mulai langka. Menurut penjual tahok Wagiman, tinggal dua orang penjaja tahok karena yang lainnya sudah meninggal. “Dulu penjual Tahok banyak, 15 orang. Teman-teman saya. Sekarang sudah habis yang jual, meninggal,” ujarnya. Sedih juga ya, Millens.

Tahok berwarna putih dan terlihat seperti Bubur Sum-sum. (Inibaru.id/ Inadha Rahma Nidya)

FYI, tahok terbuat dari kedelai yang dicuci, digiling, diperas seperti susu kedelai, dan dikentalkan. Nggak heran, tahok terasa seperti susu kedelai tawar yang dipadatkan. Yang bakal bikin kamu merem-melek adalah teksturnya yang lembut banget. Tingkat kelembutannya hampir setara dengan puding sutera. Nah, biar makin endeus, tahok disajikan bersama kuah yang terbuat dari jahe, pandan, garam, daun jeruk, dan sereh. Kuahnya bikin mulut terasa semriwing!

O ya, kuliner ini disajikan dalam keadaan hangat, Millens. Lembutnya tahok berpadu dengan kuah yang manis-manis pedas terasa sangat nikmat. Meski dinikmati di tengah terik Kota Solo, kamu akan ketagihan dibuatnya.

Kuah Tahok. (Inibaru.id/ Inadha Rahma Nidya)

Wagiman bercerita pembeli dagangannya beragam. “Anak SMP, SMA, dari UNS, pada suka beli,” katanya. Meskipun begitu, dagangannya nggak selalu habis. Duh..

Biasa berjualan tahok di Jalan Kapten Mulyadi, ayah empat anak ini buka dari pukul 6 pagi sampai habis. Namun, dia mengaku nggak selalu berjualan. Kalau kamu cukup beruntung, kamu bisa menikmati tahok racikannya. "Kalau sedang lelah, saya  memilih untuk beristirahat dan tidak berjualan," akunya.

Wagiman, satu dari dua penjual Tahok di Solo. (Inibaru.id/ Inadha Rahma Nidya)

Untuk menikmati kelembutan tahok, kamu hanya harus membayar Rp 8.000. Cukup terjangkau ya, Millens! Kalau penasaran dengan kuliner ini, kamu bisa ajak ngobrol penjualnya. Orangnya ramah dan asyik.

Kamu mungkin bakal tahu kalau Tahok Pak Wagiman sudah sering diliput TV dari ceritanya. Sudah tahoknya enak, bisa ngobrol sama penjual yang terkenal lagi. He-he. (Inadha Rahma Nidya/E05)