Tengkleng, Kuliner yang Dulunya untuk Masyarakat Bawah

Tengkleng, Kuliner yang Dulunya untuk Masyarakat Bawah
Tangkleng Kambing khas Solo. (soloevent.id)

Kuliner berkuah ini memang wajib dicoba kalau kamu berkunjung ke Kota Solo. Oya, buat kamu yang mengaku pencinta tengkleng nih, sudah tahu sejarahnya belum? Yuk simak awal mulanya.

Inibaru.id – Terbuat dari tulang dan jeroan kambing, tengkleng sudah ada sejak abad 19. Siapa sangka masakan khas Solo ini merupakan hasil kreasi bahan sisa dari bangsawan, lo!

Jadi, para bangsawan dulu hanya menyantap bagian daging saja sehingga bagian sisa seperti  tulang, kepala, kaki, dan jeroan diberikan kepada para pekerja dan juru masaknya. Meski sepintas bahan tersebut sudah nggak berguna, namun di tangan para juru masak bangsawan, bahan itu justru disulap menjadi hidangan nan lezat.

Jeroan dan tulang kambing yang dimasak tengkleng. (surakarta.go.id)

Oya Millens, untuk memasak tengkleng ini diperlukan teknik khusus, lo! Teknik ini digunakan agar sisa daging yang menempel pada tulang nggak alot dan mudah lepas saat dimakan.

Kuah tengkleng nggak menggunakan santan, Millens. Jadi, lebih encer dan bening dibanding gulai. Tapi ada juga tengkleng yang disajikan tanpa kuah, kalau ini tergantung selera sih. Meski nggak pakai santan, tapi dijamin rempah-rempahnya bikin kamu autolapar. He he

Sajian tengkleng dengan kuah yang sedikit. (kostisolo.id)

Dulu, boleh saja tengkleng hanya dianggap hidangan kelas menengah bawah. Tapi sekarang orang menengah atas pun sangat menyukai masakan ini. Kini, tengkleng pun menjadi kuliner khas wajib yang nggak boleh dilewatkan begitu saja ketika mengunjungi Kota Solo.

Para penikmat kuliner tengkleng khas Solo. (juara.bolasport.com)

Nah, buat kamu yang lagi di Solo atau mau berkunjung ke kota tersebut, jangan lupa icip tengkleng ya. Hehe. (IB23/E05)