Temukan Parcel-Parcel Cokelat nan Indah untuk Hari Valentine-mu di Conetta Semarang

Temukan Parcel-Parcel Cokelat nan Indah untuk Hari Valentine-mu di Conetta Semarang
Parcel ala Conetta. (Inibaru.id/ Artika Sari)

Jelang Valentine, seperti biasa, cokelat menjadi salah satu ikon yang paling banyak diburu. Toko Cokelat Conetta di Semarang pun nggak ketinggalan menyediakan parcel-parcel cantik untuk menyambut Hari Kasih Sayang. Seperti apa ya parcel cantik ala toko di Jalan Pekunden Dalam ini?

Inibaru.id – Jauh sebelum dianggap sebagai "bingkisan cinta", Louis Grivetti dalam Chocolate: History, Culture, and Heritage mengungkapkan bahwa cokelat sempat dianggap sebagai minuman untuk memelet orang. Namun, anggapan itu perlahan berubah. Alih-alih dihindari, cokelat justru menjadi simbol kasih sayang sekitar abad ke-16.

Anggapan itu kian "sahih" setelah Madame du Barry, istri dari Raja Louis IV, menjadikan minuman cokelat sebagai stimulan untuk sang suami.

Cokelat kemudian dihubungkan dengan Hari Valentine setelah pada 1861 Cadbury membuat cokelat dengan kemasan berbentuk hati. Bentuk unik itu lalu menjadi pilihan bingkisan Valentine's Day yang telah ditetapkan Ratu Victoria sebagai Hari Kasih Sayang sejak 1837.

Cokelat kian identik dengan Hari Valentine setelah Hershey's memproduksi cokelat manis berbentuk tetesan air mata pada 1907. Setelah diproduksi secara massal, cokelat pun menjadi pilihan bingkisan paling populer 14 Februari di kalangan muda-mudi di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Cokelat huruf Conetta. (Inibaru.id/ Artika Sari)

Apakah ini berarti pesanan cokelat bakal selalu meningkat tiap Hari Kasih Sayang tiba? Bisa jadi begitu. Hal tersebut diungkapkan Leni Arjani, pemilik Toko Cokelat Conetta Semarang.

Menjelang Valentine, pesanan cokelat diakuinya meningkat hingga lima kali lipat ketimbang hari biasa. Pesanan itu nggak hanya datang dari pasangan muda, tapi juga anak-anak.

“Jadi ada anak-anak yang beli untuk dibagikan ke teman-temannya. Biasanya cokelat-cokelat koin itu saya produksi lebih banyak. Kalau untuk pasangan muda, biasanya mereka lebih pilih parcel,” jelas Leni.

Pembeli tengah memilih cokelat Valentine. (Inibaru.id/ Artika Sari)

Dalam sehari, perempuan 47 tahun ini bisa memproduksi rata-rata lima parcel. Parcel yang terdiri atas cokelat, bunga, dan boneka itu dijualnya dengan harga sekitar Rp 100 ribu sampai Rp 300 ribu. Sesekali, dia juga menerima pesanan dari luar kota.

“Biasanya ada orang dari Jakarta bahkan luar pulau yang minta parcelnya dikirim ke pacarnya yang sedang kuliah atau kerja di Semarang,” tambahnya.

Untuk memproduksi 30 batang cokelat, Leni membutuhkan waktu sekitar satu jam. Inibaru.id pun mencoba cokelat racikannya. Kalau kamu nggak mengharapkan rasa pahit, cokelat Conetta bisa jadi pilihanmu, Millens. Cokelat buatan Leni ini lebih dominan manisnya. Harganya pun relatif terjangkau, berkisar di angka Rp 4.000 hingga Rp 20 ribu.

Nah, Hari Valentine hampir tiba, sudah punya stok cokelat belum? Eits, jangan lupa berbagi dengan keluarga juga, ya! Segandrung apapun kamu sama pacar, keluarga tetaplah orang-orang pertama yang menyayangimu. Jadi, jangan lupakan mereka! (Artika Sari/E03)