Tak Kurang dari 21 Makanan Dicicipi dalam "Aruna dan Lidahnya", Inilah 5 di Antaranya

Tak Kurang dari 21 Makanan Dicicipi dalam
Salah satu adegan di film Aruna dan Lidahnya. (Palari Films)

Menonton film Aruna dan Lidahnya rasanya bikin ngiler ya, Millens. Ada 21 jenis makanan khas Nusantara yang ditampilkan di film. Nah, ini 5 di antaranya.

Inibaru.id – Rumah produksi Palari Films rupanya telah berhasil mengusung konsep berbeda daripada film biasanya. Aruna dan Lidahnya, film yang diangkat dari novel Laksmi Pamuntjak ini nggak cuman mengusung tema cinta dan persahabatan saja, tetapi juga mengisahkan petualangan mencicipi ragam kuliner khas Indonesia yang ditampilkan secara bergiliran.

Ada 21 makanan  khas Nusantara yang tampil di film Aruna dan Lidahnya yang merupakan sajian khas Surabaya, Madura, Pontianak, dan Singkawang. Nah, berikut 5 menu makanan di antaranya yang tampil di film ini.

Kacang Kuah

Kacang Kuah. (Travelingyuk.com)

Kacang kuah adalah hidangan kacang dengan kuah jahe bersantan yang disantap bersama cakwe goreng. Makanan asal Surabaya ini biasa dihidangkan pada pagi atau malam. Isi dari kacang kuah tersebut cukup beragam, mulai dari kacang tanah, kacang hijau, dan tahwa (kembang tahu putih), yang kemudian disiram kuah jahe dan santan kental.

Rawon Iga

Rawon Iga. (Tribunnews.com)

Di film Aruna dan Lidahnya, Aruna dan kawan-kawan tampak menyantap rawon iga asal Surabaya.  Rawon ini berisi iga dan tentu saja dengan kecambah yang kemudian disiram dengan kuah hitam yang lezat. Pembuatan rawon yang berfokus pada isi kluwak pun ikut ditampilkan dalam film ini. Duh, bikin ngiler!

Campor Lorjuk

Campor Lorjuk. (bp.blogspot.com)

Menyeberang ke Madura, Aruna dan kawan-kawan berkesempatan mencicipi campor lorjuk. Lorjuk merupakan sejenis kerang laut atau kerang bambu yang banyak ditemukan di tepi pantai pesisir Madura.

Sekilas, campor lorjuk terlihat mirip dengan soto. Isinya irisan lontong, soun, kacang yang sudah dimasak dengan bumbu manis, kecambah, remahan peyek, dan nggak lupa potongan daging lorjuk sebagai toppingnya.

Pengkang

Pengkang. (Tribunnews.com)

Saat berkunjung ke Pontianak, Kalimantan Barat, Pengkang tampil menjadi hidangan yang unik. Sajian ini terbuat dari beras ketan dengan ebi sebagai isian. Cara memasak pengkang yang dipanggang membuat harum daun dan masakan bercampur menjadi satu.

Kuliner ini biasanya dimakan dengan sambal kapah yang berbahan dasar sejenis kerang yang hidup di hutan bakau. Nggak cuman nama dan bentuknya saja yang unik, perpaduan rasa yang tercipta juga unik, loh, Millens.

Choi Pan

Choi Pan. (Lena Ivanova /Shutterstock )

Saat Aruna dan kawan-kawan berada di Singkawang, mereka mencicipi Choi Pan. Choi pan merupakan makanan khas Kalimantan Barat, semacam camilan kue gurih yang mengenyangkan. Kulit Choi Pan terbuat dari tepung beras yang diisi dengan pilihan bengkoang, talas, atau kucai.

Choi Pan kemudian dikukus dan disiram dengan minyak bawang putih goreng. Kue yang sekilas mirip dim sum ini biasanya disajikan bersama sambal pedas gurih yang terbuat dari cabai dan bawang putih.

Nah itulah 5 kuliner Nusantara yang ditampilkan di film Aruna dan Lidahnya. Film ini sudah tayang sejak Kamis, 27 September lalu dan masih diputar hingga saat ini. Siapa yang sudah nonton? Mana kuliner favoritmu? (IB07/E03)