Tahu Petis, Kuliner yang Bikin Istri Sunan Gunung Jati Jatuh Cinta

Tahu Petis, Kuliner yang Bikin Istri Sunan Gunung Jati Jatuh Cinta
Tahu Petis, bikin istri Sunan Gunung Jati Putri Ong Tien jatuh cinta. (Inibaru.id/Zulfa Anisah)

Kamu tahu nggak kalau tahu petis, kuliner khas Pantura ini, jadi saksi sejarah kisah romantis Sunan Gunung Jati dan istrinya, Putri Ong Tien. Seperti apa ya ceritanya?

Inibaru.id – Jika bicara soal kuliner khas Pantai Utara (Pantura), nama gorengan tahu petis pasti bakal terpikirkan. Perpaduan tahu yang kriuk dan petis dengan kombinasi rasa manis, asin, dan gurih tentu sangat nikmat. Eh, kamu tahu nggak kalau tahu petis bikin istri Sunan Gunung Jati sampai jatuh cinta?

Omong-omong ya, pada saat Sunan Gunung Jati menyebarkan agama Islam di Cirebon, warga wilayah yang ada di perbatasan Jawa Barat dan Jawa Timur ini memang sudah memaksimalkan hasil laut yang mereka dapatkan. Salah satunya tentu saja adalah rebon yang kemudian diolah jadi petis.

“Petis dari dulu sampai sekarang bentuknya sama, warnanya terlihat hitam. Nah, di Cirebon, rebon jadi campuran untuk membuat petis,” ujar Opan Rahman Hasyim, filolog dari Cirebon, Minggu (8/7/2018).

Opan juga menjelaskan kalau tahu yang ada di Cirebon sebenarnya nggak jauh beda dengan yang ditemukan di Sumedang atau dari Tegal. Namun, begitu dicocol dengan petis khas Cirebon, rasanya jadi beda dan sangat nikmat.

Saking mantapnya tahu petis Cirebon, istri Sunan Gunung Jati, yakni Putri Ong Tien sampai jatuh cinta dengan kuliner ini. Kabarnya, sang putri nggak pernah lupa mencicipi tahu petis setiap hari.

“Saat kali pertama Putri Ong Tien datang, disambut dengan sangat meriah dengan tarian, musik, hingga makanan. Nah, waktu mencicipi tahu petis Cirebon, langsung jatuh cinta,” terang Opan.

Tahu petis Cirebon memiliki ciri khas tersendiri. (Inibaru.id/Zulfa Anisah)
Tahu petis Cirebon memiliki ciri khas tersendiri. (Inibaru.id/Zulfa Anisah)

Oya, Putri Ong Tien Nio bertemu dengan Sunan Gunung Jati saat laki-laki yang bernama Syarif Hidayatullah itu datang ke Istana Dinasti Ming untuk memenuhi undangan Kaisar Hong Gie pada 1471. Keduanya saling jatuh cinta meski sang Kaisar sebenarnya nggak menyetujui hubungan mereka. Namun, dasarnya sudah kadung saling suka, Putri Ong Tien pun menyusul Sunan Gunung Jati dan tiba di Cirebon.

Setiap Daerah Memiliki Tahu Petis Ciri Khasnya Masing-Masing

Selain Cirebon, daerah lain yang juga dikenal memiliki tahu petis yang nikmat adalah Bogor dan Kota Semarang. Khusus untuk Bogor, tepatnya di Cisarua, banyak penjual tahu petis yang memadukan tahu sumedang dengan petis yang mantap. Tekstur petis khas Bogor ini dikenal lebih encer dari yang kamu temui di Semarang atau Cirebon. Selain itu, ada juga campuran cabai di dalamnya sehingga pedas.

Sementara itu, tahu petis Semarang cukup populer sebagai salah satu gorengan yang diburu banyak orang. Maklum, petisnya nggak dijadikan cocolan, melainkan dimasukkan di dalam tahu yang dibelah tengahnya. Jadi, setiap kali kamu menggigit tahu, langsung bisa menikmati gurih tahu dan manisnya petis di mulut.

Biasanya, jenis tahu yang digunakan di Semarang adalah tahu pong. Ciri khas tahu ini kosong di tengahnya, seperti tahu Sumedang namun dengan ukuran yang lebih besar. Ada juga lo penjual yang menggunakan tahu biasa. Tapi nih, apa pun jenis tahu yang dipakai, kalau sudah disisipi petis pasti rasanya juara. Apalagi kalau dimakan dalam kondisi hangat. Beuh.. mantap!

Omong-omong, kamu suka makan tahu petis nggak nih, Millens? (Kom, Sin, Cir/IB09/E05)