Tahok Khas Solo, Kuliner dari Tionghoa yang Kian Langka

Tahok Khas Solo, Kuliner dari Tionghoa yang Kian Langka
Tahok. (Tribunnews)

Gemar menyantap kuliner Tionghoa? Kuliner apa saja yang sudah pernah kamu coba? Hm, kalau belum mencicipi tahok, petualangan kulinermu belum lengkap, lo. Yap, makanan ini memang sudah mulai langka dijumpai. Di mana makanan ini bisa ditemukan?

Inibaru.id – Warga keturunan Tionghoa memberi sumbangsih dalam memperkaya kuliner Indonesia. Menjelang Imlek, pelbagai festival kuliner khas Tionghoa digelar di pelbagai daerah. Sayang, dalam festival-festival ini, nggak semua kuliner bisa dijumpai.

Salah satu kuliner yang langka adalah tahok. Nah, di Solo, kuliner masih bisa kamu temukan, lo.

Tahok berasal dari dua kata yakni tao yang berarti kacang dan hao yang berarti lumat. Sekilas, makanan ini mirip tahu yang dilembutkan.

Bahan utama tahok memang kedelai, Millens. Bedanya, tahok disantap dengan kuah yang terbuat dari gula merah, daun pandan, daun sereh, serta jahe.

https://www.k-i.web.id/wp-content/uploads/2018/09/wedang-tahu-715x350.jpg

"Tahu" dalam versi bubur. (Tribunnews)

Asalkan ada penggiling, mengolah tahok cukup mudah dilakukan. Usai direndam semalaman agar gampang dilumatkan, masukkan kedelai ke dalam penggilingan! Penggiliang ini bentuknya berupa dua batu yang disusun ya.

Kalau sudah halus, rebuslah sari kedelai dan jangan lupa siapkan cetakan! Hm, kebayang kan tekstur lembut makanan ini?

Menilik manfaatnya, tahok dipercaya mampu mencegah kanker prostat pada laki-laki dan menunda menopouse pada perempuan.

Kalau kamu pengin diet, makanan ini juga bisa jadi pilihan yang pas.

Ah, jadi pengin beli tahok nih. Ada yang mau ikut mencari tahok? (IB15/E03)