Supaya Dietmu Sukses, Lakukan Hal-Hal Ini Saat Mengolah Makanan

Supaya Dietmu Sukses, Lakukan Hal-Hal Ini Saat Mengolah Makanan
Buah dan sayuran yang segar adalah makanan terbaik untuk program dietmu. (simonbaynes.net)

Mengolah makanan untuk program diet itu gampang kalau tahu caranya. Yuk, terapin tips-tips ini supaya badanmu sehat dan bugar.

Inibaru.id – Bagi sebagian orang, menurunkan berat badan adalah hal yang susah. Nggak jarang mereka mati-matian diet dengan pola yang salah. Hasilnya, bukan berat badan yang turun, mereka justru menjadi sakit.

Nah, supaya dietmu efektif, kamu perlu tahu apa saja yang baik dan buruk untuk kamu konsumsi. Apa saja yang harus dilakukan?

  1. Pilih Protein Rendah Lemak

https://www.mommyrepublic.in/wp-content/uploads/2017/02/cheese-eggs-fish-and-red-meat.jpg

Protein bisa kamu peroleh dari bahan-bahan makanan ini (mommyrepublic.in)

Selain mengurangi karbohidrat, kamu perlu menambah konsumsi makanan tinggi protein, sebab zat tersebut membantu meningkatkan proses metabolisme, termasuk pembakaran lemak. Protein juga membutuhkan waktu yang lama untuk dicerna sehingga kamu bakal merasa kenyang lebih lama.

Oya, nutrisi ini bisa kamu dapatkan dengan mengonsumsi daging, ikan, kedelai, dan telur.

  1. Ganti Karbohidrat dengan Karbohidrat Kompleks

http://grainternational.com/cms/chennaiwebstores/action/uploades/7f1a05bef468abae3aaf5cc648f565bb.jpg

Umbi-umbian bisa menjadi pengganti nasi (grainternational.com)

Nasi mengandung kadar gula yang tinggi. Kalau kadar gula ini kamu konsumsi secara berlebihan, bukan nggak mungkin berat badanmu akan naik dengan cepat. Selain itu, kamu juga berisiko terkena diabetes.

Nah, untuk meminimalisasi risiko ini, sebaiknya ganti nasi putihmu dengan nasi merah. Kamu juga bisa menggantinya dengan umbi-umbian seperti kentang, ubi jalar, singkong, dan talas. Nggak jauh berbeda dengan protein, umbi-umbian bakal membantumu kenyang lebih lama lantaran termasuk karbohidrat kompleks.

  1. Gunakan Minyak yang Sehat

http://www.berkeleywellness.com/sites/default/files/field/image/iStock-576732962_field_img_hero_988_380.jpg

Minyak zaitun (berkeleywellness.com)

Saat memasak, nggak jarang kita menggunakan minyak goreng berulang kali. Padahal, ini memicu risiko meningkatnya kolesterol jahat dan kanker. Selain itu, kita juga bisa terkena stroke dan serangan jantung jika meneruskan kebiasaan ini. Duh, ngeri ya!

Untuk mengurangi risiko tersebut, sebaiknya ganti minyakmu dengan minyak yang sehat, misalnya minyak zaitun. Jenis minyak zaitun ada beberapa macam. Ada yang digunakan untuk menambah rasa, ada pula yang digunakan untuk menumis. Kamu bisa membelinya sesuai kebutuhanmu.

Terus, perlukah menghindari gorengan? Hm, tentu saja! Mengonsumsinya sesekali nggak masalah, dengan catatan minyak yang dipakai menggoreng bukan minyak bekas. 

  1. Kontrol Penggunaan Bumbu

http://www.totalfood.com.ar/images/blog/xconsejos-de-como-manipular-los-alimentos-en-el-hogar.jpg.pagespeed.ic.i2PJRApAoB.jpg

Perhatikan komposisi bumbu masak. (totalfood.com)

Bumbu masak memegang peranan penting dalam dietmu. Jangan bilang kamu lagi diet kalau pecel yang kamu santap masih disertai bumbu yang melimpah atau saladmu banyak mengandung susu dan mayones. FYI, nggak jarang kalori dalam bumbu justru lebih besar ketimbang makanan utama yang kamu santap, lo!

Untuk menyiasati ini, kamu harus mencari tahu bahan-bahan apa saja yang bisa menjadi pengganti bumbu masakanmu. Misalnya, kamu bisa mengganti kacang tanah dengan kacang almond untuk bumbu pecel.

Gimana, Millens? Untuk lebih jelasnya, cobalah untuk berkonsultasi dengan ahli gizi dan nutrisi, ya! (Artika Sari/E03)