Menikmati Semangkuk Sup Matahari di Warsop Cik Bun

Menikmati Semangkuk Sup Matahari di Warsop Cik Bun
Sop Matahari Cik Bun yang segar dan nikmat. (Inibaru.id/ Sitha Afril)

Kalau kamu sedang mencari sup dengan sensasi rasa yang berbeda, kamu bisa berbelok ke warung sup yang satu ini. Namanya Warsop Cik Bun. Sang pemilik menawarkan sup matahari yang bikin matamu melek dan lidah bergoyang.

Inibaru.id – Nama makanan ini Sop Matahari. Eits, ini bukan sup berbahan dasar bunga matahari, Millens. Diberi nama sop matahari lantaran penyajiannya memang mirip dengan bunga matahari yang mekar. Warnanya segar dan menggugah selera.

Warung Sop Cik Bun yang berlokasi di Mugasari ini memiliki berbagai varian Sup. (Inibaru.id/Sitha Afril)

Nah, kalau mau coba sup yang satu ini, kamu bisa mampir ke Warung Sop Matahari Cik Bun. Berlokasi di kawasan Pujasera, Jalan Kyai Saleh Nomor 10, Mugasari, Semarang, warung ini buka mulai pukul 9 pagi hingga 5 sore. Anyway, kalau kamu nggak suka suasana ramai, hindari datang saat jam makan siang. Kalau pas sedang ramai, kamu terancam nggak dapat tempat duduk. Jadi, datanglah saat pagi atau sore hari.

Isian dari sup ini terdiri atas irisan wortel, potongan jamur kuping, jamur putih, sosis, dan galantin. Semuanya dicampur menjadi satu dan dibungkus adonan telur. Setelah itu dikukus. Untuk kuahnya, sup ini menggunakan kaldu ayam yang ditambah merica, tumisan bawang bombay, dan cengkeh. Meski bahan dan bumbu sup matahari hampir mirip dengan sup pada umumnya, tapi aroma cengkih benar-benar membawa sensasi rasa yang berbeda. Cara penyajian sup ini juga sangat unik!

Sebelum dipotong, inilah bentuk asli bahan Sup Matahari setelah dikukus. (Inibaru.id/ Sitha Afril)

Proses pembuatan sup ini tergolong rumit, Millens. Takaran untuk membuat telur dadar harus pas. Telur dadar ini akan dijadikan kulit untuk membungkus isian sup. Selain soal takaran, waktu pengukusan juga harus tepat. Untuk mengukus bahan-bahan yang telah dibungkus telur ini memakan waktu 1 jam.

"(Takaran adonan) Nggak boleh sembarangan, bisa-bisa kulit pembungkus bisa berbau amis atau malah robek," tegas pemilik warung Neni Widiyasti yang akrab disapa Cik Bun ini.

Cik Bun juga mewanti-wanti saat mengiris kulit pembungkus isian sup. Jika nggak hati-hati kulit nggak akan "mekar" atau malah bisa sobek. Menurut saya di sinilah seninya. Kalau kamu tipe nggak sabaran, lebih baik beli saja. Ha ha. Praktis dan sudah jelas enak seperti di warung ini.

Satu porsi sup matahari di warung ini hanya dipatok harga Rp 18 ribu. (Inibaru.id/Sitha Afril)

Rasanya beneran enak? Tentu saja. Menurut saya juru masak di warung ini sukses membuat lidah saya bergoyang. Hanya saja jika kamu nggak terlalu suka cengkeh, kamu bakal terkejut dengan rasa makanan khas Solo ini.

Meski semua bahan sudah bersatu padu, tapi saya masih bisa merasakan wortel, jamur, dan yang paling membuat nikmat adalah kriuk jamur putih. Kua sup juga seger banget, Millens. Mau lebih pedas, tinggal tambah sambal dan tentukan sendiri level pedasmu.

Kurang kenyang cuma makan sup? Kamu bisa kok pesan nasi putih ditambah segelas es teh. Hmm, mantap kan? Selain sop matahari, kamu juga bisa mencicipi aneka sup lain seperti sup galantin, dan sup manten.

O ya, Cik Bun juga sempat menjelaskan makna filosofi sup ini terutama bagi orang Solo. "Makna tersebut berkaitan dengan pengharapan agar pasangan suami-istri dapat diberikan sinar kemudahan dan keberkahan dalam menjalani rumah tangga," kata Cik Bun.

Sup ini memang sering disajikan saat jamuan acara pernikahan, Millens. Sst, konon, bagi pasangan yang belum menikah, mengonsumsi sup ini juga diyakini mampu mempercepat jalan menuju jenjang pernikahan lo!

Gimana? Tambah tertarik mencicipi sup ini? Jangan lupa ajak pasanganmu, ya. Kalau belum ada ya cari dulu. Ha ha. (Sitha Afril/E05)

 

Warsop Cik Bun

Kategori: warung

Alamat: Jalan Kyai Saleh Nomor 10 Mugasari Semarang (Sebelah JNE 24 jam)

Harga : Sup Rp 18.000

           Nasi Rp 3.000

           Es teh Rp 3.000