Siang-Siang di Solo, Segarkan dengan Es Gempol Pleret

Anak 1990-an yang dulunya sering ikut ibu ke pasar pasti kenal es gempol pleret. Kalau anak milenial kenal juga nggak, ya?

Siang-Siang di Solo, Segarkan dengan Es Gempol Pleret
Es gempol pleret. (Instagram)

Inibaru.id - Berada di Solo, kamu nggak akan kesulitan menemukan minuman tradisional. Pada malam hari, ada minuman menghangatkan macam wedang asle. Sementara, pada siang hari ada pula minuman khas yang menyegarkan. Apa itu? Es gempol pleret, dong!

Nggak susah menjumpai penjual es gempol pleret, kok. Di Pasar Gede dan kawasan Laweyan misalnya, kamu pasti bakal menemukan penjualnya yang nggak cuma satu.   

Omong-omong, apakah kamu sudah tahu gempol pleret itu terbuat dari apa? Gempol berbentuk bulat, biasanya berwarna merah muda dan putih. Kalau pleret berbentuk lembaran-lembaran. Baik gempol maupun pleret sama-sama terbuat dari tepung beras.

Variasi es gompol pleret yang diberi cendol sehingga menyerupai es dawet. (Instagram)

Untuk membuat gempol, tepung beras direndam dulu lalu dikepal atau dipulung kemudian dikukus. Sedangkan pleret, meski sama-sama dikukus, cara membentuknya dengan cara dipleret atau dipelintir. 

Duo gempol pleret itu lalu diguyur santan dan cairan gula jawa. Biar makin nyes, minuman itu ditambah es batu, deh. Wah, segar banget pastinya apalagi kalau kamu benar-benar sedang kehausan, ya.  

Oya, meski minuman khas Solo, bukan berarti di kota lain nggak ada ya, Millens. Kalau di kotamu, es gempol pleret eksis juga, nggak?

Es gempol pleret dengan cendol. (Instagram)

Di beberapa tempat, kuah es gempol ada yang berwarna putih karena menggunakan gula halus bubuk dan berwarna merah karena menggunakan sirup. Tapi, apapun warnanya, es gempol pleret segarnya selalu juara.

Harga semangkok es gempol pleret biasanya berkisar Rp 5.000 sampai Rp 7.000. Tergolong ramah kantong, kan? Jadi, mumpung penjual minuman tradisional ini masih sering kita jumpai, jangan sia-siakan meneguk kesegaran es gempol pleret! (IB20/E03)