Shirataki, Mi Sehat Ala Jepang yang Bikin Nagih

Shirataki menjadi pilihan bagi pelaku diet. Mi ini nggak hanya tinggi serat dan nyaris nggak mengandung kalori, namun juga melancarkan pencernaan. Seperti apa sih bahan makanan ini?

Shirataki, Mi Sehat Ala Jepang yang Bikin Nagih
Shirataki. (Inibaru.id/ Artika Sari)

Inibaru.id – Belakangan ini, shirataki kerap menjadi makanan andalan bagi mereka yang tengah berdiet. Mi asal Jepang ini diketahui memang hampir nggak mengandung kalori sehingga bisa jadi pilihan yang tepat untuk menurunkan berat badan. Lantaran mampu memberi rasa kenyang dalam waktu yang lama, shirataki kerap diolah sebagai pendamping lauk.

Shirataki dibuat dari tanaman konjac. Di Indonesia, tanaman ini lebih dikenal dengan sebutan iles-iles. Mi yang bebas gluten ini mengandung 97 persen air dan 3 persen serat glukomanan. Inilah alasan mengapa shirataki harus segera dimakan setelah diolah. Semakin lama kamu menunda menyantapnya, semakin pula shirataki berair.

http://i0.wp.com/www.thetasteplace.com/wp-content/uploads/2015/05/Shirataki-Noodles-5.png?resize=700%2C525

Shirataki. (thetasteplace.com)

Tekstur shirataki kenyal dengan warna yang transparan dan rasa yang tawar. Nggak seperti mi pada umumnya, shirataki bisa diolah dengan cara direbus atau sekadar dibilas saja. Selain rendah karbohidrat, mi ini mengandung serat yang tinggi. Nggak heran jika kamu cukup rutin mengonsumsinya, BAB-mu akan lancar.

Nurina Abika Satria Putri pernah membuktikan langsung keefektifan shirataki. Warga yang beralamat di Jalan Rinjani Nomor 8 Semarang ini mengganti nasi dengan shirataki setelah melahirkan. Shirataki juga nggak mengganggu produksi ASI-nya.

“Saya suka makan shirataki ditambah dengan saus mentai. Dalam seminggu berat badan saya bisa turun,” kata ibu dua anak ini.

Nah, kamu yang sedang berusaha mengontrol konsumsi karbohidrat, nggak ada salahnya mengganti nasimu dengan shirataki. Kalau merasa harga shirataki terlalu mahal, kamu bisa, lo, mencampurnya dengan nasi merah. Ini bikin serat bertambah dan rasanya lebih empuk. Hayo, jadi kapan, nih, mulai konsumsi shirataki? (Artika Sari/E05)