Ditemani Remang Teplok, Makan di Angkringan Pinggir Kali Semarang Ini Suguhkan Sensasi Beda
Makan ditemani remang cahaya teplok cuma bisa kamu temukan di Angkringan Pinggir Kali. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Ditemani Remang Teplok, Makan di Angkringan Pinggir Kali Semarang Ini Suguhkan Sensasi Beda

Makan di angkringan pasti sudah nggak asing lagi buatmu. Namun di angkringan satu ini kamu bisa menikmati berbagai menu yang disajikan dalam alat makan yang unik. Nggak hanya itu, penerangan di sini cuma pakai teplok.

Inibaru.id - Menghabiskan Sabtu malam di Kota Semarang memang nggak ada habisnya. Buat saya yang sudah bertahun-tahun menghabiskan hidup di kota ini, pengin banget rasanya mencari suasana baru untuk menghabiskan malam Minggu. Bagi anak kekinian, coffee shop atau mal bisa jadi pilihan utama. Tapi kali ini saya memilih untuk menghabiskan Sabtu malam di angkringan.

Eits, angkringan yang satu ini beda lo. Dijuluki Angkringan Pinggir Kali, angkringan ini benar-benar berada di tepi sungai. Jauh dari suasana angkringan yang biasanya bising oleh suara anak muda, angkringan ini riuh oleh canda tawa keluarga.

Angkringan ini cocok untuk menghabiskan waktu dengan keluarga. (inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Masing-masing lapak pedagang yang berjejer hanya diterangi teplok yang ditempel di tiang gubuk. Bermacam makanan dijual di sini. Nasi bakar, jadah bakar, wedang rempah, es gempol, bakso batok, sate gembus, nasi gudeg, dan banyak lainnya yang bisa kamu tebus dengan harga mulai dari Rp 2.500 saja.

Suasana remang bikin saya harus mendatangi satu per satu lapak pedagang untuk tahu menu apa yang dijual. Kesabaran kamu juga diuji karena harus mengantre. Hal tersebut disebabkan pengunjung angkringan ini bisa mencapai ratusan orang dalam semalam. Bukan main!

Daun Pisang dan Batok Kelapa

 

Alat makan dan pembungkus di angkringan ini pun menggunakan bahan-bahan alami. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Uniknya, pedagang di sini kompak menggunakan piring rotan, daun pisang, daun jati, tempurung kelapa, dan hanya segelintir yang memakai gelas kaca. Bahkan, beberapa makanan harus dinikmati beralaskan pincuk daun pisang. Bakso yang saya pesan pun disajikan dalam mangkuk dari tempurung kelapa. Unik dan beda banget ya.

Apa lagi, setiap meja makan atau lesehan tempatmu makan hanya diterangi lampu teplok yang nggak terlalu terang. Selain harus menyesuaikan diri dengan alat makan yang beda, kamu juga harus terbiasa dengan sedikit cahaya teplok ya. Jangan sampai salah mengambil makanan karena minim cahaya. Ha ha

Jadah bakar, kuliner yang wajib kamu coba di sini. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Oh ya, angkringan ini buka setiap hari dari pukul 18.00 WIB hingga 23.00 WIB. Datanglah ke Kampung Jawi di Dusun Kalialang Lama RT 02 RW 01, Desa Sukorejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. Angkringan Pinggir Kali ini adalah pasar tematik milik warga Kampung Jawi yang baru dibuka sekitar dua minggu yang lalu. Mumpung masih anget, yuk segera agendakan! (Zulfa Anisah/E05)

 

Angkringan Pinggir Kali

Kategori               : Angkringan

Alamat                 : Dusun Kalialang Lama RT 02 Rw 01, Desa Sukorejo, Kecamatan Gunungpati

Jam buka             : 18.00 – 23.00 WIB

Harga                  : Rp 2.500 – Rp 10.000