Berbahan Dasar Jagung, Sego Babruk Khas Karanganyar Justru Berwarna Putih

Berbahan Dasar Jagung, Sego Babruk Khas Karanganyar Justru Berwarna Putih
Sego babruk. (Arina Mabruroh)

Nasi jagung dikenal luas masyarakat Indonesia sebagai nasi berwarna kuning dengan rasa manis. Namun, nasi jagung khas Karanganyar berbeda, warnanya putih dan rasanya tawar

Inibaru.id – Sebagian orang Indonesia mungkin sudah nggak asing lagi dengan nasi jagung. Nasi jagung yan dijual di pasaran biasanya berwarna kuning dan memiliki rasa manis. Namun, nasi jagung khas Karanganyar, Jawa Tengah ini berbeda. Masyarakat Karanganyar biasanya menyebut hidangan itu sebagai sego babruk.

Perbedaan sego babruk dan nasi jagung biasa yakni terletak pada warnanya. Sego babruk berwarna putih, sedangkan nasi jagung biasanya berwarna kuning. Selain itu, sego babruk juga rasanya tawar.

Kuliner ini bisa kamu temukan di kawasan wisata Candi Cetho, Kecamatan Jenawi, Karanganyar, Millens.

“Ini karena jagung yang tumbuh di sekitar Candi Cetho memang berwarna putih,” kata penjual Sego Babruk Omah Poleng Ida Sulistyowati seperti ditulis Tribunnews.com, Selasa (11/9/2018).

Dalam penyajiannya, sego babruk dihidangkan bersama botok, daun jipang, dan sayur krawu. Ada juga tambahan lauk lain seperti sambal krawu dan ikan goreng yang dibubuhkan di atas nasi. Sebagai informasi, sambal krawu adalah olahan sambal yang diberi serundeng kelapa.   

Satu porsi sego babruk biasanya dijual pada kisaran harga Rp 10 ribu. Lumayan terjangkau, kan?

Karena Candi Cetho merupakan salah satu jalur pendakian menuju Gunung Lawu, sego babruk yang dijual di kawasan itu sangat cocok untuk kamu jadikan santapan saat mendaki. Sego babruk juga bertahan selama beberapa hari, jadi bisa sekaligus dibuat bekal mendaki. Mantap, to? (IB07/E04)