Segelas Es Macho dari Tjilik Coffee Ini Bakal Manjakan Lidah dan Perutmu
Es Macho (Matcha Chocolate) bisa kamu nikmati dengan Rp 10.000 saja. (Inibaru.id/ Dyana Ulfach)

Segelas Es Macho dari Tjilik Coffee Ini Bakal Manjakan Lidah dan Perutmu

Selain menyediakan aneka minuman berbahan baku kopi, Tjilik Coffee juga menawarkan minuman non-kopi. Seperti varian baru yang saat itu saya pesan. Es Macho namanya.

Inibaru.id – Berawal dari postingan salah satu teman di instagram, saya tertarik untuk mencicipi menu baru di Tjilik Coffee. Sebagai orang yang nggak suka kopi, saya memesan es Macho atau matcha chocolate yang menjadi menu baru di kedai ini.

Meskipun menu kopi masih menjadi fovorit, Tjilik Coffee juga menyediakan menu non-kopi bagi pelanggan seperti saya. Nggak hanya matcha chocolate saja nih, cokelat murni dan es kopi susu juga bisa menjadi pilihan buat Millens yang nggak suka kopi. Setelah memesan es matcha chocolate saya memutuskan untuk duduk di salah satu sudut kedai.

Saya duduk bersebelahan dengan salah satu pelanggan tetap di Tjilik Coffee. Bermula basa-basi yang klasik, semakin lama perbincangan kami pun terasa lebih intim.

Kopi Cold Brew khas Tjilik Coffee yang bisa dinikmati tanpa merogoh kantong terlalu dalam. (Inibaru.id/ Dyana Ulfach)

Di sela perbincangan kami tentang pengalaman sekolah, es matcha chocolate pesanan saya pun datang. Saya mengaduk es matcha chocolate di hadapan. Aroma matcha sangat kuat. Sebagai pencinta matcha, menu ini termasuk unik. Belum pernah saya mencoba matcha dicampur cokelat. Benar saja, rasanya juga unik di lidah. Rasa matcha mendominasi es Macho ini. Meskipun begittu, rasa cokelatnya pun masih terasa. Ya, meskipun sedikit.

Baca juga: Temukan Pengalaman Berbeda Minum Kopi di Tjilik Coffee: Berasa di Rumah Sendiri

Baca juga: Ketika Kopi, Hobi, dan Tjilik Coffee Jadi Perpaduan Epic

Begitu pula dengan menu yang dipesan teman baru saya ini. Mata saya langsung tertuju dengan menu yang dia pesan. Tampak seperti minuman khas Semarang. Botol congyang dipilih sebagai salah satu upaya mengurangi sampah plastik. Selain itu warna botol yang gelap juga dapat berpengaruh terhadap kualitas dan keawetan kopi.

“Kemarin kita coba kirim ke Bekasi. Sampai sana itu tiga hari. Dan itu aman,” jelas Aji Permana Sakti, salah satu owner Tjilik Coffee.

Anggun, pelanggan setia Tjilik Coffee sedang menuang kopi Cold Brew khas Tjilik Coffee. (Inibaru.id/ Dyana Ulfach)

Anggun, teman baru saya pun mulai menuangkan kopinya ke dalam gelas. Kopi Cold Brew racikan Tjilik Coffee ini menjadi salah satu menu andalan, lo. Meskipun metode Cold Brew sudah popular, resep rahasia dari Tjilik Coffee mampu membuat Anggun ketagihan dengan kopi ini.

Berbahan baku kopi robusta Temanggung, aroma kopi Cold Brew ini sangat terasa. Karena saya bukan penikmat kopi, saya hanya mencium aroma kopi dan mencicipi sedikit tanpa bisa menilai rasa kopi itu. He he

“Rasanya ya pahit. Tapi menurutku ini aman di lambung. Bisa buat yang sakit mag. aku sendiri kan juga lambungnya bermasalah, tapi kalau ngopi di sini aman-aman saja,” ungkap  Anggun, pelanggan setia Tjilik Coffee.

Wah, paket komplit deh menu di Tjilik Coffee. Buat Millens yang suka banget minum kopi atau yang nggak suka kopi, bisa datang ke Jalan Sewan, Pudak Payung, Semarang. Tjilik Coffee buka setiap hari mulai pukul 19:00 sampai pukul 00:00 WIB. Kuy, datang. (Dyana Ulfach/E05)