Sagon, Makanan Gurih Manis Khas Wonosobo

Memiliki cita rasa gurih manis, sagon atau rangin menjadi makanan khas Wonosobo yang patut dicoba. Paling nikmat disantap ketika masih hangat,

Sagon, Makanan Gurih Manis Khas Wonosobo
Sagon (wonosobozone.com)

Inibaru.id – Berkunjung ke Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, terutama Dieng yang berudara dingin, paling asyik menyantap hidangan hangat. Salah satu hidangan khas yang nikmat dan wajib dicicipi yaitu kue sagon. Disajikan panas-panas dengan aroma wangi kelapa yang dibakar, rasanya nikmat banget.

Disebut juga rangin, begitu orang Wonosobo menyebutnya, camilan sagon ini terbuat dari bahan-bahan yang nggak terlalu rumit. Komposisi dasarnya terdiri dari tepung ketan, parutan kelapa, gula pasir, juga sedikit vanili. Supaya rasanya lebih nikmat, kelapa yang digunakan adalah kelapa pilihan, antara lain jenis yang sedang, nggak terlalu muda, dan juga nggak terlalu tua. Karena jika terlalu muda, hasilnya akan lembek. Kalau terlalu tua, nanti rasa sagon kurang gurih.

Bagaimana cara memasaknya? Adonan sagon yang sudah dicampur ditempatkan dalam satu cetakan aluminium berbentuk bulat. Lalu, sagon dalam cetakan itu dibakar dengan bara arang dari dua sisi: bawah dan atas. Nggak sampai lima menit, sagon panas beraroma wangi kelapa itu sudah matang dan siap disantap.

Baca juga:
Kue Keranjang, Legenda Raksasa Nian, dan Filofosi Kekeluargaan
Kue Apem, dari Simbol Kebersamaan sampai Sarana Penolak Balak

Oya, saat disajikan, kue sagon akan diberi taburan gula pasir agar lebih manis. Rasanya yang gurih-gurih manis disertai aroma wangi khasnya akan membuat ketagihan siapa saja yang memakannya. Apalagi jika dinikmati bersama dengan teh hangat di udara yang dingin, semakin maknyus.

Sayang, untuk menikmati kue sagon ini nggak terlalu mudah. Berbeda halnya dengan tempe kemul atau mi ongklok yang mudah ditemukan seperti di pinggir jalan. Sagon, hanya bisa ditemukan di tempat tertentu saja. Ya, ini karena nggak banyak yang masih membuat makanan tradisional tersebut.

Nah, jika kamu sedang berada di Dieng, makanan ini bisa kamu temukan di seputar lokasi wisata Kawah Sikidang dan area parkir Desa Wisata Sembungan. Kamu bisa langsung memakannya di tempat sembari melepas lelah setelah hiking menyaksikan sunrise dari Bukit Sikunir.

Tapi bagi kamu yang sedang berada di Wonosobo kota, kamu bisa menemukan kue yang memiliki diameter sekitar 20 centimeter itu di lantai tiga Pasar Induk Wonosobo. Di sana terdapat beberapa penjual yang menjajakan sagon buatannya pada pukul 09.00 - 16.00 WIB. Disarankan kamu menyantap sagon hangat yang baru dikeluarkan dari cetakan, karena terasa lebih nikmat. Selain itu, menyantapnya di tengah suasana pasar tradisional, kamu akan mendapatkan sensasi tersendiri dibandingkan membeli dan langsung dibawa pulang.

Baca juga:
Pangek Pisang, Camilan untuk Momen Khusus
Dodol Nanas Jambi, Asam, Manis dan Kenyal-kenyil

Nggak sempat mampir ke Pasar Induk Wonosobo? Jika kamu beruntung, terkadang kamu juga bisa menemukan penjual sagon di Terminal Mendolo. Maklum, makanan seperti sagon ini sangat jarang ditemukan di kota lain, jadi nggak jarang orang membelinya untuk oleh-oleh.

Berapa harganya? Tenang saja, harganya murah kok. Dapat bertahan hingga tiga hari dalam suhu ruangan, kamu bisa mendapatkan sagon dengan kisaran harga sekitar Rp 5 ribu per satuan.

Penasaran untuk mencicipinya? Jika iya, jangan lupa sempatkan diri Sobat Millens untuk mencobanya makanan unik tersebut saat melintas di Wonosobo. (ALE/SA)