Roti Pisang, Produk Favorit di Toko Djoen yang Perlu Kamu Cicipi

Roti Pisang, Produk Favorit di Toko Djoen yang Perlu Kamu Cicipi
Roti Pisang di Roti Djoen. (Twitter/asbonbon)

Roti pisang, siapa yang nggak menyukainya? Di Toko Djoen, roti pisangnya nggak kalah enak. Produk yang diluncurkan pada 1959 itu masih bisa kamu nikmati hingga kini.

Inibaru.id – Tidak seperti kebanyakan toko roti di Yogyakarta yang telah dasaran sejak pagi, Toko Roti Djoen baru buka saat matahari telah berada di atas kepala. Bukan lantaran pemiliknya malas, tapi produksi kue dan roti di bakery legendaris di Yogyakarta itu memang baru kelar menjelang siang.

Semua produk di toko ini nggak menggunakan bahan pengawet. Maka, untuk menjaga kesegaran roti dan kue, mereka membuatnya tiap hari dan biasanya baru selesai menjelang pukul 12.00 WIB. Toko Djoen biasanya bakal buka hingga pukul 20.00 WIB.

Berbeda dengan bakery modern, Toko Djoen masih menggunakan peranti lawas yang cukup terawat, mulai loyang berbahan besi hingga tungku pemanggang yang masih berbahan bakar kayu, meski kini mereka nggak lagi menggunakan kayu bakar.

Dapur di Toko Djoen. (Nationalgeographic.grid/Sigit Pamungkas)

Salah satu produk yang kamu perlu cicipi adalah roti pisang, salah satu andalan di Toko Djoen. Roti itu diluncurkan pada 1959, tepat setelah Haryono Waluyojati (Tan Ing Hwat), generasi kedua Toko Djoen, menikah dengan Hoo Ren Pin.

Roti pisang merupakan salah satu jajanan Hoo Ren Pin sebelum menikah. Sebelum itu, dalam sebuah wawancara dengan sebuah media daring, Toko Djoen yang didirikan Tan Qian Ngau sekitar 1930-an cuma punya roti gula Jawa, roti sobek, dan roti rol.

Saat ini, Toko Djoen dipegang generasi keempat, Hartina. Roti di toko tersebut memang begitu khas, laiknya kebanyakan roti zadul. Karena nggak menggunakan pengembang kecuali ragi, roti di Toko Djoen nggak terlalu mengembang. Namun, ini juga membuatmu lebih kenyang.

Roti pisang di Toko Djoen. (Brilio/Agib Tanjung)

Tertarik mencicipi roti pisang di sana? Silakan bertandang dan buktikan sendiri rasanya! (IB20/E03)