Ribet Bikinnya, Rumit Bumbunya, tapi Enak Rasanya: Ayam Pencok Khas Grobogan

Proses memasak yang lumayan lama dengan bumbu yang cukup kompleks membuat makanan ini tergerus oleh zaman yang kian mengandalkan kecepatan dan kepraktisan. Namun, rasa tak pernah bohong. Ayam pencok adalah buktinya!

Ribet Bikinnya, Rumit Bumbunya, tapi Enak Rasanya: Ayam Pencok Khas Grobogan
Ayam Pencok. (Jatengnyamleng)

Inibaru.id – Ayam Pencok, mungkin nama itu terasa asing buat kita, bahkan di telinga warga Grobogan, Jawa Tengah, tempat masakan itu berasal. Saat ini memang tak banyak lagi yang menyajikan menu kuliner tersebut.

Desa Kuwu, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, adalah asal ayam pencok. Namun, saat ini tak banyak lagi yang menjual olahan ayam tersebut. Padahal, dulu masyarakat Grobogan hampir selalu menyajikannya dalam syukuran.

Cara masak yang ribet dengan bumbu lumayan kompleks memang membuat masakan ini tergantikan dengan menu yang lebih praktis.

Proses pembakaran ayam pencok memang bisa memakan waktu hingga tiga jam. Selama pembakaran itu, ayam sudah dibumbui garam dan bawang putih.

Proses membakar ayam pencok. (Jatengnyamleng)

Membakar ayamnya pun nggak bisa sembarangan. Biar nggak gosong, jarak antara ayam dengan bara sekitar 25-30 sentimeter.

Cabai, terasi, bawang, kencur, dan parutan kelapa menjadi bahan-bahan pembuatan sambal pencok. Supaya awet, bahan-bahan yang sudah dicampur itu lantas dikukus.

Ingkung atau satu ayam pencok umumnya dijual dengan harga sekitar Rp 90 ribu. Namun, kamu bisa memesan seporsi ayam lengkap dengan nasi seharga Rp 10 ribu saja. Nggak bikin kantong bolong, kan?

Ayam sudah dibakar dan siap disajikan. (Jatengnyamleng)

Saat ini, agak sulit mencari warung penjaja ayam pencok. Namun, kamu bisa menemukannya di Desa Kuwu, salah satunya Warung Makan Mbak Sri Jago Muda yang berlokasi di Jalan Hanggokusuman No 45.

Catat ya! Kalau sewaktu-waktu melewati Grobogan, jangan lupa mampir ya! (IB15/E03)