Rahasia Dapur Nasi Goreng Padang Bangjo Semarang

Rahasia Dapur Nasi Goreng Padang Bangjo Semarang
Rumah makan Nasi Goreng Padang Bangjo yang berlokasi di Jalan Hasanuddin No 8 Semarang. (Inibaru.id/ Kharisma Ghana Tawakal)

Selain tingkat kepedasan yang bisa disesuaikan dengan lidah kita, Nasi Goreng Padang Bangjo Semarang dikenal luas karena cita rasanya yang khas, yakni kaya rempah dan gurih menggoyang lidah. Gimana rahasia dapur nasi goreng legendaris ini?

Inibaru.id – Nasi Goreng Padang Bangjo terkenal dengan rasanya yang nendang, baik dari segi bumbu maupun tingkat kepedasan. Sebelum pandemi Covid-19, hampir tiap hari orang-orang mengantre di rumah makan yang berlokasi di Jalan Hasanuddin No 8, Plombokan, Kota Semarang ini.

Nggak sedikit orang yang sukarela datang dari lokasi yang cukup jauh dari tempat tersebut. Di kalangan pencinta kuliner Kota Lunpia, Nasi Goreng Padang Bangjo memang seperti magnet yang bikin mereka pengin datang dan datang lagi.

Sejak berdiri kurang lebih 14 tahun silam, rasa nasi goreng di tempat ini nggak banyak berubah. Inilah yang bikin tempat tersebut selalu dikunjungi para pelanggan setianya. Deden, generasi kedua pemilik rumah makan ini menjamin, resep nasi goreng di tempatnya nggak bakal jauh berubah dari dulu hingga sekarang.

Berkunjung ke dapur Nasi Goreng Padang Bangjo, nggak banyak rahasia di tempat tersebut. Deden memang terlihat enggan menjelaskan secara detail komposisi bumbu dalam nasi goreng bikinannya. Namun, dia nggak menolak membeberkan bumbu apa saja yang dipakai di dapurnya.

“Kalau resep, yang kami pakai nggak jauh beda dengan bumbu-bumbu Padang di tempat lain," terang Deden yang ditemui Inibaru.id belum lama ini. "Yang beda adalah komposisinya dan gimana meraciknya agar dapat takaran baku yang pas,” lanjutnya, lalu tersenyum.

Nasi Goreng yang Kaya Bumbu

Pak Mashuri Bambang Permadi pencetus sekaligus pemilik rumah makan Nasi Goreng Padang Bangjo kerap turun langsung ke dapur untuk memasak bagi pelanggannya. (Inibaru.id/ Kharisma Ghana Tawakal)
Pak Mashuri Bambang Permadi pencetus sekaligus pemilik rumah makan Nasi Goreng Padang Bangjo kerap turun langsung ke dapur untuk memasak bagi pelanggannya. (Inibaru.id/ Kharisma Ghana Tawakal)

Perlu kamu tahu, bumbu Padang merupakan salah satu bumbu paling kompleks di Indonesia. Bumbu tersebut terdiri atas santan, jahe, kunyit, serai, lengkuas, daun jeruk purut, asam kandis, bawang putih, daun mangkokan, kayu manis, dan cabai.

Bumbu Padang inilah yang dipakai Mashuri Bambang Permadi, peracik awal bumbu Nasi Goreng Padang Bangjo sekaligus ayah dari Deden. Dialah pendiri rumah makan yang berlokasi di wilayah Semarang Utara tersebut. 

Bambang, begitu lelaki paruh baya ini biasa disapa, sedari awal memang menggunakan bumbu dasar masakan Padang untuk bikin nasi goreng yang kini begitu terkenal tersebut. Dia mengatakan, bumbu yang dipakai sejatinya sama, tapi komposisinya telah diubah.

Hingga kini, lelaki yang mendirikan Nasi Goreng Padang Bangjo pada 2007 ini mengungkapkan, dirinya bisa dibilang merupakan pionir masakan nasi goreng Padang di Semarang. Meski kini cukup banyak kedai dengan konsep mirip dengan tempatnya, dia meyakini, rumah makannya belum punya lawan.

"Ya, dulu (nasi goreng Padang) cuma di tempat kami. Kalau sekarang banyak yang baru. Kami hapal wajahnya, mereka yang dulu suka jajan di kami. Sepertinya mereka coba-coba sendiri,” terang Bambang yang sore itu kebetulan tengah turun ke dapur untuk memasak nasi goreng bagi para pelanggan ini.

Membuat Resep Baru

Salah seorang pengunjung yang datang dan menuliskan pesanan di dekat pintu masuk Nasi Goreng Padang Bangjo Semarang. (Inibaru.id/ Kharisma Ghana Tawakal)
Salah seorang pengunjung yang datang dan menuliskan pesanan di dekat pintu masuk Nasi Goreng Padang Bangjo Semarang. (Inibaru.id/ Kharisma Ghana Tawakal)

Kendati yakin nasi goreng di tempatnya nggak ada yang menyaingi, baik Deden maupun Bambang nggak mau jemawa. Untuk terus berkembang, nggak jarang mereka meluluskan permintaan pelanggan yang menginginkan resep baru. 

“Kami sering membuat resep makanan baru, dengan bumbu rempah Padang juga tentunya. Sembari riset, sembari lihat pasar, bakal laku atau tidak,”beber Deden.

Banyak membuat resep dan menu baru nggak lantas membuat Deden melupakan komposisi dari masakan orisinal mereka. Menurut Deden, rumah makannya identik dengan bumbu rempah dan tingkat kepedasan yang nendang. Itulah yang selalu dia pegang.

“Kami usahakan menggunakan takaran komposisi baku yang sesuai,” ujar Deden.

Lelaki berkacamata itu kemudian menerangkan, tingkat kepedasan nasi goreng di tempatnya dari level 0-5; yakni "nggak pedes", "pedes dikit", "sedang", "pedas", "pedes banget", "pedes jantan". Untuk ukuran kepedasan, mereka menggunakan takaran sendok teh.

“Level 0 nggak pakai cabai. Level 1 pakai seperempat sendok, level dua pakai setengah sendok. Yang paling pedas lima sendok teh. Kami sengaja pakai takaran biar konsumen bisa mengira-ngira mau pedas seberapa,” jelasnya.

Saat ini, Deden mengaku Nasi Goreng Padang Bangjo yang berada di belakang Stasiun Poncol itu adalah satu-satunya di Semarang. Namun, bukan berarti dia nggak kepengin buka cabang, khususnya di kota lain.

“Masih mencari rekan kerja yang pas (untuk cabang di luar kota). Untuk kesepakatannya gimana nanti diatur,” aku Deden.

Nah, begitulah rahasia dapur Nasi Goreng Padang Bangjo Semarang. Tertarik mencobanya? Silakan datang dan rasakan sendiri kenikmatannya! (Kharisma Ghana Tawakal/E03)