Pulang, Inilah Makanan-Makanan yang Bakal Kamu Rindukan saat Momen Mudik Imlek!

Pulang, Inilah Makanan-Makanan yang Bakal Kamu Rindukan saat Momen Mudik Imlek!
Ada makanan tertentu yang harus disediakan dalam perayaan Imlek. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Mudik Imlek menjadi momen yang dirindukan karena ada sejumlah makanan yang hanya disediakan pada perayaan yang tahun ini jatuh pada 25 Januari tersebut. Nggak hanya mengenyangkan, makanan ini juga sarat akan makna.

Inibaru.id - Mudik menjadi momen yang kerap ditunggu orang. Menyoal mudik di Indonesia, nggak cuma Idulfitri atau Natal yang membuat orang-orang pulang kampung, karena Imlek pun menjadi waktu yang tepat bagi umat Tionghoa, khususnya penganut Konghucu, untuk bertemu keluarga besar.

Selain untuk bertemu keluarga besar dan kembali ke "akar rumput", sebagian masyarakat Tionghoa menyukai momen mudik lantaran merindukan beberapa makanan khas yang cuma ada saat perayaan Imlek.

Oya, Imlek adalah tahun baru yang diperingati penganut Konghucu, yang tahun ini jatuh pada 25 Januari 2020. Sejumlah makanan spesial memang hanya disajikan pada perayaan tersebut. Makanan ini dipandang cukup sakral lantaran ada makna khusus di dalamnya.

Nggak hanya di rumah, beberapa restoran juga menyediakan makanan ini saat Imlek, salah satunya Restoran Semarang. Rumah makan kepunyaan Jongkie Tio ini bahkan menyediakan makanan-makanan tersebut sebagai sajian utama yang bisa kamu temukan di daftar menu setiap hari. 

Jongkie Tio saat ditemui di Restoran Semarang. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Jongkie Tio saat ditemui di Restoran Semarang. (Inibaru.id/ Audrian F)

Bagi orang Semarang, Jongkie Tio memang dikenal sebagai pemerhati masyarakat Tionghoa di Kota Lunpia. Di rumah makan yang sudah dikelolanya selama puluhan tahun tersebut, lelaki yang lebih suka disebut storyteller ketimbang sejarawan itu sengaja menyajikan makanan yang erat kaitannya dengan tradisi Tionghoa.

Ditemui di Restoran Semarang pada Selasa (21/1/2020) siang, lelaki 79 tahun itu pun membeberkan banyak hal mengenai makanan khas Imlek. Menurut Jongkie, perayaan Imlek harus ada ikan bandeng, ayam yang dikukus, manis-manisan seperti kolang-kaling, dan kue-kue seperti keranjang serta moho.

Ikan Bandeng dan Kelancaran Rezeki

Bagi masyarakat Tionghoa, hampir tiap makanan yang disajikan sarat makna. Ikan bandeng, misalnya, Jongkie Tio mengatakan, durinya yang banyak mengandung harapan rezeki di tahun yang baru bakal lancar mengalir, nggak habis-habis. 

“Bahkan, kadang ikan sengaja nggak dihabiskan. Mereka percaya, ini mendatangkan rezeki, padahal nggak juga," kelakar Jongkie.

Kemudian, penganan yang juga harus ada adalah manisan kolang-kaling. Menurutnya, kolang-kaling seperti mata elang.

"Agar mata setajam mata elang," tuturnya, menghela napas, lalu melanjutkan, "Dalam melihat kebenaran!”

Manisan kolang-kaling dianalogikan seperti mata elang. Harapannya agar dapat melihat kebenaran setajam mata elang. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)
Manisan kolang-kaling dianalogikan seperti mata elang. Harapannya agar dapat melihat kebenaran setajam mata elang. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Manisan Nggak Pernah Absen

Laiknya kolang-kaling yang manis, Jongkie menambahkan, manisan menjadi salah satu makanan yang mungkin kamu rindukan saat Imlek tiba. Manisan nggak pernah absen mengisi altar-altar persembahan para dewa-dewi.

"Agar seseorang yang sedang berdoa mulutnya ikut manis, nggak salah bicara, dan mengucapkan sesuatu yang nggak baik," kata dia.

Lelaki paruh baya itu juga menuturkan, buah-buahan juga menjadi hidangan yang selalu tersaji di meja makan saat Imlek. Buah-buahan tersebut antara lain pisang, jeruk, srikaya, belimbing, jeruk bali, dan pir.

Pisang, terangnya, melambangkan kerukunan keluarga atau masyarakat, jeruk melambangkan keberuntungan, sedangkan srikaya, yang berarti “kaya", semoga mendatangkan kekayaan.

"Buah pir agar selalu panjang umur, lalu jeruk Bali supaya mendatangkan kebahagiaan,” jelas Jongkie.

Makanan-makanan tertentu juga sering dipersembahkan di altar Dewa-Dewi. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)
Makanan-makanan tertentu juga sering dipersembahkan di altar Dewa-Dewi. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Lontong Cap Go Meh dan Ketupat Lebaran

Nah, di antara semua makanan yang disajikan dalam perayaan Imlek, menu utama yang selalu dinantikan perantau yang mudik dan berkumpul bersama keluarga adalah Lontong Cap Go Meh. Menu ini merupakan hidangan penutup sekaligus sajian puncak perayaan Imlek.

Perlu kamu tahu, Lontong Cap Go Meh adalah hidangan yang hanya ada di Indonesia. Dalam tradisi Islam, makanan tersebut mungkin semacam kupat (ketupat) yang disajikan seminggu setelah Hari Raya Idulfitri (Lebaran), yang kerap disebut Bada Kupat.

Seperti Ketupat Lebaran, Lontong Cap Go Meh juga disajikan untuk menandai berakhirnya rangkaian Hari Raya Imlek yang jatuh pada purnama pertama atau hari ke-15, yang kerap disebut Cap Go Meh.

Ihwal keberadaan Lontong Cap Go Meh, Jongkie menerangkan, konon masyarakat Tionghoa di Nusantara kala itu pengin berbagi makanan pada perayaan Imlek. Namun, lantaran nggak bisa memakai daging babi, mereka mencoba meniru ketupat sayur yang biasa disajikan pas Bada Kupat.

Lontong Cap Go Meh di Restoran Semarang. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)
Lontong Cap Go Meh di Restoran Semarang. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Menggunakan olahan daging ayam, sambal goreng, dan sejumlah bahan khas lain, jadilah Lontong Cap Go Meh. Alih-alih memakai ketupat, mereka menggunakan potongan lontong yang berbentuk bulat, menyesuaikan tradisi Cap Go Meh yang identik dengan bulan purnama yang bundar sempurna.

"Jadi, saya anggap Lontong Cap Go Meh saudara muda dari Ketupat Lebaran,” simpul Jongkie.

Wah, betul-betul menu makanan yang patut dirindukan! Semoga tradisi Imlek terus lestari di negeri ini ya, biar berbagai kuliner khasnya juga terus ada. Adakah yang pernah cicipi, Millens? (Audrian F/E03)

Tags :