Ketika Jajanan Ndeso Menggoyang Lidah Masyarakat Kekinian

Hadirkan kembali cita rasa kekunoan, beginilah kemeriahan Festival Jajanan Ndeso yang menjadi bagian dari serangkaian kegiatan Jambore Pokdarwis tingkat Kabupaten Semarang 2019 pekan lalu.

Ketika Jajanan <em>Ndeso</em> Menggoyang Lidah Masyarakat Kekinian
Antusiasme masyarakat di lokasi Festival Jajanan Ndeso Kabupaten Semarang 2019. (Inibaru.id/ Sitha Afril)

Inibaru.id – Entah karena sudah bosan dengan makanan modern atau memang rasa cinta terhadap cita rasa kuliner tradisional, masyarakat Semarang dan sekitarnya berbondong-bondong mendatangi Festival Jajanan Ndeso di alun-alun Bung Karno, Ungaran, Kabupaten Semarang.

Jika biasanya acara sunday morning (sunmor) di alun-alun ini hanya dijejali dengan ragam kuliner populer dan kekinian, kali ini berbeda. Selama dua hari penyelenggaraan (15-16/6) antusiasme pengunjung membumbung.

Aneka kudapan zadul yang dijajakan dalam Festival Kuliner Ndeso Kabupaten Semarang 2019 (Inibaru.id/ Sitha Afril)

Seluruh hidangan yang dijajakan di sini merupakan kuliner khas dari wilayah Kabupaten Semarang, Millens. Jangan heran dulu. Festival tersebut memang menjadi bagian dari rangkaian acara dalam kegiatan Jambore antar Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) yang ada di wilayah Kabupaten Semarang.

Agar menyatu dengan konsep acara, panitia sengaja menata stan tiap pedagang dengan look tradisional. Sebagai atap, rumbia dari daun kelapa kering dipilih. Biar tambah njawani, para pedagang di sini pun menggunakan baju senada yang bermotif lurik dan berjarik bagi pedagang perempuan.

Bubur candil, salah satu kuliner yang favorit pengunjung yang disajikan dalam piring bambu yang dilapisi daun pisang. (Inibaru.id/ Sitha Afril)

Nggak hanya itu, beberapa hidangan pun sengaja disajikan dengan alas dari daun pisang, daun jati, serta piring bambu. Ntaps, nggak tuh? Ha-ha. Bahkan beberapa stan juga menggantikan sendok dengan “suru” atau sendok yang terbuat dari lipatan daun pisang. Hayooo, Millens pada bisa nggak tuh kalau disuruh makan pakai “suru”? Ha-ha.

Es cendol susu yang menyegarkan dan tentunya menyehatkan karena terbuat dari air susu sapi murni. (Inibaru.id/ Sitha Afril)

Salah satu stan yang ramai dikunjungi dalam festival tersebut adalah stan yang menjajakan aneka bubur. Yap, selain bubur candil yang menjadi idola, ada juga bubur ketan duren, bubur ngangkrang, dan bubur talas. Kemudian untuk stan minuman sih cendol susu yang menjadi favorit! Yap, minuman segar yang terbuat dari cendol, susu murni, dan tambahan gula merah tersebut memang cukup menyita perhatian pengunjung karena kesegarannya.

Aneka makanan berat bersantan yang turut mewarnai keberanekaragaman kuliner zadul dalam festival tersebut. (Inibaru.id/Sitha Afril)

Eh iya, nggak ketinggalan nih Millens, aneka makanan berat yang turut dijajakan dalam festival tersebut seperti sego iriban, sayur oblok-oblok, pecel gendar hingga belut panggang. Nyaaammm! Mantep banget!

Seru banget, lo. Semoga makin sering diadakan ya festival makanan tradisional seperti ini. Setuju nggak, Millens? (Sitha Afril/E05)