Pembangunan Masa Presiden Sukarno Jadi Asal Mula Lahirnya Warteg

Dulu, warteg hanyalah makanan para buruh bangunan. Sekarang, tempat makan ini bisa kita jumpai sekalipun di luar negeri, tentunya dengan nggak meninggalkan menu-menu khas Jawa.

Pembangunan Masa Presiden Sukarno Jadi Asal Mula Lahirnya Warteg
Menu warteg. (Travelingyuk)

Inibaru.id - Kamu yang tengah atau pernah menjadi anak kos, pastilah mengenal Warung Tegal alias Warteg. Kedai makan yang menyajikan berbagai menu rumahan dengan harga terjangkau ini menjadi penyelamat di kala perut lapar sementara dompet lagi tipis. Iya, kan?

Karena menjadi rujukan banyak orang ketika perut keroncongan, eksistensi warteg nggak pernah luntur. Meski berasal dari Kota Tegal, para pengusaha warteg terus berekspansi ke berbagai kota besar. Benar-benar nggak ada matinya, deh.

Kendati sudah menjamur, nggak banyak yang tahu asal muasal adanya warteg ini. Berdasarkan penelusuran, warteg berkembang seiring dengan pembangunan infrastruktur di Jakarta yang begitu pesat, tepatnya 20 tahun setelah kemerdekaan Republik Indonesia. Lho, kok bisa?

Dilansir dari Liputan6.com (20/9/2016), saat itu pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Soekarno berupaya mempercepat pembangunan Ibu Kota Indonesia. Kesempatan itu dimanfaatkan warga Tegal untuk mengadu nasib di Jakarta. Kebanyakan dari mereka bekerja sebagai buruh bangunan, Millens.

Nah, para istri buruh bangunan yang pandai memasak mencoba untuk berjualan makanan dengan mendirikan warteg di sekitar area pembangunan. Menu favorit kala itu adalah nasi ponggol, yaitu nasi dengan lauk tahu, tempe dan sambal serta dibungkus daun pisang. Itu merupakan makanan khas Tegal yang menjadi dagangan yang laris manis di sana.

Kelamaan, warteg mulai merambah ke permukiman. Bentuk warteg yang awalnya cuma berupa bedeng darurat, sekitar 1990 silam berubah menjadi bangunan semipermanen. Namun, seperti yang diketahui bersama, bentuk warteg di mana pun itu selalu mirip yakni berupa bangunan berukuran tiga kali tiga meter dan bagian depan bercat biru.

Kalau kamu sekarang menjumpai warteg dengan tampilan yang lebih kekinian, misalnya dalam bentuk restoran, itu artinya si pemilik memang sedang melakukan inovasi. Yang jelas, sajian di dalamnya pasti nggak jauh-jauh dari nasi putih, sayur bayam, kering tempe, sambal goreng kentang, olahan ikan, dan daging.

Oiya, ketenaran warteg juga sudah sampai ke luar negeri, lo. Dilansir dari GNFI (22/9/2016), bisnis warteg kini kian merambah dunia global. Kamu bisa menemukan warteg di beberapa negara tetangga seperti Malaysia, Korea Selatan, bahkan di Eropa seperti di Amsterdam. Wah! Mendengar hal itu, kamu bangga nggak, Millens? (IB20/E04)