Opor Ayam Makanan Khas Lebaran, Bagaimana Sejarahnya?

Opor Ayam Makanan Khas Lebaran, Bagaimana Sejarahnya?
Opor ayam makanan khas Lebaran. (Makan368.wordpress)

Opor ayam makanan khas Lebaran. Kalau nggak ada makanan ini, Idulfitri terasa nggak lengkap. Sekian lama melengkapi hari raya, opor ayam memiliki sejarah yang menarik. 

Inibaru.id – Selain ketupat, opor ayam adalah makanan khas Lebaran. Kamu hampir pasti bisa menemukannya di setiap rumah saat perayaan Idulfitri. Nah, sebuah pertanyaan muncul. Bagaimana sejarah yang membuat opor ayam jadi makanan khas Lebaran?

Ahli kuliner Fadly Rahman menyebut opor ayam sebagai makanan khas Indonesia yang dipengaruhi budaya Arab dan India. Kabarnya, hidangan ini sudah ada sejak sekitar abad ke-15, lo!

“India punya kari, kalau Arab punya gulai. Nah, orang Indonesia memodifikasi keduanya dan akhirnya jadi deh opor,” ucap Fadly (20/5/2019).

Lantas, mengapa bisa opor ayam identik dengan Lebaran? Jadi, Islam dibawa ke Nusantara oleh orang-orang Arab dan India. Jadi, bisa dikatakan, persebaran Islam juga diikuti dengan menyebarnya gulai dan kari, cikal bakal dari opor.

Bagian dari Nusantara yang kali pertama tersentuh Islam adalah Sumatera, khususnya di kawasan Selat Malaka, serta Jawa. Karena alasan ini pulalah, opor ayam yang ada di wilayah-wilayah tersebut sangat kental dengan Budaya Melayu dan Jawa.

Opor ayam dimakan bersama dengan ketupat saat Lebaran. (Ksmtour))
Opor ayam dimakan bersama dengan ketupat saat Lebaran. (Ksmtour))

Saat Lebaran, Mengapa Opor Harus Dimakan dengan Ketupat?

Ini juga salah satu tradisi yang unik saat Lebaran, Millens. Kebanyakan orang Indonesia bakal makan opor dengan ketupat saat Lebaran. Padahal, saat hari-hari lainnya, opor bisa saja dimakan dengan nasi, makanan pokok orang Indonesia.

Secara rasa, berpadunya opor dan ayam memang sangat cocok. Meski begitu, kalau soal mengapa opor dan ketupat dimakan saat Lebaran, sangat dipengaruhi oleh kultur ‘otak atik gathuk’ orang Jawa. Omong-omong, arti dari istilah ini adalah mencocokkan segala sesuatu sebagai peringatan.

Jadi, ketupat berasal dari kata Jawa ‘kupat’ yang berasal dari ‘laku papat’ yang terdiri dari pikiran, rasa, sikap, dan perbuatan. Semuanya adalah hal yang dilakukan manusia selama hidup. Sementara itu, opor berasal dari kata ‘apura-ingapura’ yang bisa diartikan sebagai maaf-memaafkan. Kalau Lebaran, berasal dari ‘leburan’ yang bisa diartikan sebagai peleburan dosa.

Nah, dari ketiga hal tersebut, bisa dimengerti kan mengapa saat Lebaran, harus ada opor dan ketupat? Intinya sih jadi perlambang untuk saling memaafkan atas sikap, pikiran, dan perbuatan agar dosa bisa dileburkan saat Idulfitri.

Jadi, sudah mengerti kan alasan mengapa opor adalah makanan khas Lebaran. Omong-omong, kamu suka memakannya, nggak, nih? (Kom/IB09/E05)