Oleh-olehi Keluarga, Cangking Kue Toso Sepulang dari Purbalingga

Oleh-olehi Keluarga, Cangking Kue Toso Sepulang dari Purbalingga
Kue toso. (Tokobolinggo.blogspot)

Seperti nopia yang merupakan makanan khas Banyumas, toso yang berasal dari Purbalingga juga berbahan tepung beras yang diberi isian kacang hijau yang dicampur gula. Beda keduanya hanya terletak pada bentuknya.

Inibaru.id – Menyambangi Purbalingga, Jawa Tengah, nggak lengkap rasanya kalau kamu tak membawa pulang buah tangan dari Kota Knalpot itu. Salah satu oleh-oleh yang bisa kamu beli adalah toso. Apakah itu?

Toso berbahan baku tepung beras, berbentuk bundar yang dilipat hingga menyerupai setengah lingkaran. Serupa nopia yang merupakan oleh-oleh khas Banyumas, toso juga berisikan olahan kacang hijau yang dicampur gula.

Berbeda dengan nopia yang berbentuk bulat, adonan kue toso dibuat pipih bundar seperti cakram. Setelah diberi isian, toso kemudian dilipat menjadi dua, lalu digoreng.

Saat ini toso dijual dalam beberapa varian rasa, misalnya bawang, keju, cokelat, dan kacang. Nggak sulit menemukan camilan ini di Purbalingga. Tiap sentra oleh-oleh biasanya menyediakan penganan yang cukup lama kedaluarsanya ini.

Toso biasa dijual per lusin. Namun, ada pula yang berjumlah lebih atau kurang dari 12 buah. Dengan kemasan yang rapat dari plastik, penganan tersebut cukup aman untuk disimpan hingga berhari-hari.

Sebungkus toso dibanderol sekitar Rp 20 ribu saja. Cukup murah, bukan? Maka, kalau pas main ke Purbalingga, jangan lupa beli toso ya. (IB20/E03)