Bubur Asyura, "Iftar" Istimewa yang Disajikan untuk Buka Puasa 10 Muharam

Bubur Asyura,
Bubur Asyura. (Medcom.id/Rhobi Shani)

Disajikan di atas selembar daun pisang yang dibentuk lingkaran, bubur asyura menjadi menu khas yang menjadi hidangan pembatal puasa sunah 10 Muharam.

Inibaru.id – Laiknya tahun baru Masehi, pergantian tahun Hijriah atau 1 Muharam juga diperingati dengan cukup meriah. Pelbagai perayaan digelar, kuliner khas juga disajikan. Salah satu menu kuliner yang hampir selalu ada, khususnya di Jawa, adalah Bubur Asyura atau dalam tradisi Jawa dikenal sebagai Bubur Suro.

Bubur berwarna kuning ini biasa disajikan bertepatan dengan 10 Muharam, sebagai menu berbuka puasa sunah Asyura. Di sejumlah daerah, bubur tersebut dimasak bersama warga desa dengan porsi besar. Dalam kepercayaan Islam, bubur itu dimaknai sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas keselamatan yang telah diberikan.

Bubur Suro Sajian Khas Tahun Baru Islam 1 Muharram 1440 Hijriyah, Simak Cara Pembuatannya

Sajian Bubur Asyura. (YouTube/Kreasi Culinary Banyuwangi)

Kendati bertujuan sama, bahan dan topping bubur asyura tiap daerah bisa berbeda-beda. Di komplek Menara Kudus, Jawa Tengah, misalnya, mereka menggunakan sembilan bahan berbeda dalam pembuatannya.

“Untuk bahan baku ada sembilan macam, yakni beras, jagung, kacang hijau, kacang kedelai, kacang tolo, ketela pohon, kacang tanah, pisang, dan ubi jalar,” tutur Muflikhah, juru masak bubur Asyura pada tradisi Buka Luwur Makam Sunan Kudus, seperti ditulis Inews.id, Kamis (20/9/2018).

Patokan khusus dalam pembuatan bubur asyura memang nggak ada, Millens. Rasa yang dihasilkan pun berbeda, ada yang dominan manis karena terbuat dari umbi-umbian, tapi ada pula yang gurih karena mengandung rempah-rempah dan daging.

Nggak hanya bahan dasar yang berbeda, topping bubur di satu daerah dengan daerah lainnya pun nggak sama. Untuk di Kudus, Muflikhah menerangkan, sekurangnya ada sembilan jenis lauk yang mereka bubuhkan pada bubur, di antaranya ikan teri, tahu, tempe, perkedel, oseng tempe, dan udang.

Cukup Lama

Pembuatan bubur Asyura membutuhkan waktu hampir tiga jam karena semua bahan harus benar-benar dimasak hingga matang menjadi bubur. Setelah semua bubur dan lauk matang, masakan dibungkus dengan daun pisang atau disebut takir untuk dibagikan pada masyarakat sekitar.

Seorang perempuan membagikan bubur Asyura kepada warga di Desa Kauman, Kudus, Jawa Tengah. (Antara/Yusuf Nu)

"Setelah proses memasak yang cukup lama, bubur ini tidak bisa langsung dibagikan, tapi harus didinginkan dulu, baru masuk takir," pungkasnya.

Wah, iftar berbuka puasa yang begitu mewah dan istimewa! Kamu ada yang dapat bubur asyura nggak, Millens? (IB07/E03)