Nggak Perlu Bingung Siapkan Sarapan, Datang ke Mangkuk Emas Saja

Nggak Perlu Bingung Siapkan Sarapan, Datang ke Mangkuk Emas Saja
Mangkuk Emas menyediakan menu sarapan seperti bubur dan es kopi susu. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Kalau kamu nggak sempat siapkan sarapan, beli saja bubur di kedai ini. Selain praktis, rasa buburnya juga berbeda dengan bubur lainnya.

Inibaru.id – Menurut para ahli kesehatan, sarapan di pagi hari itu sangat penting sebagai bekal energi bagi tubuh untuk menjalankan aktivitas. Namun, sebagian orang sering melewatkan momen ini karena sibuknya aktivitas di pagi hari.

Nah, bagi kamu yang nggak sempat menyiapkan makanan, ada baiknya mampir dulu di warung makan untuk membeli bekal. Kalau Sobat Millens tinggal di Semarang, Mangkuk Emas bisa jadi salah satu alternatif untuk membeli sarapan.

Kedai yang berlokasi di Jalan Sompok Lama No 2, Peterongan, Semarang ini buka dari pukul 06.00 hingga 19.00 WIB. Pas di jam-jam sarapan bagi pekerja ataupun pelajar yang jam masuknya pukul 07.00.

Suasana Kedai Mangkuk Emas di pagi hari. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Tempat Mangkuk Emas memang terbuka. Namun, masalah kebersiihan dan higenitas, nggak perlu diragukan lagi, deh. Kedai ini juga dilengkapi dengan tempat cuci tangan, kok.

Mangkuk Emas memiliki menu andalan yakni bubur. Eits, meski banyak juga yang menyediakan menu ini, Mangkuk Emas punya varian bubur yang berbeda, lo. Mereka menyebutnya dengan bubur Mangkuk Emas karena resepnya berbeda dengan yang dijual di pasaran.

Menu yang ada di Mangkuk Emas. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Pemilik kedai Ester Teguh Gunawan membeberkan hal itu.

“Resep kami beda di pasaran. Rasa kuahnya nggak bisa kaya opor atau apa gitu. Memang resepnya resep warisan, nggak bubur Jakarta atau bubur Bandung gitu,” terang Ester.

Ada dua varian bubur yang bisa kamu pilih di kedai yang sudah berdiri sejak April tahun lalu ini. varian itu adalah bubur manis yang disebut Bubur Palapan dan bubur gurih yang dinamai Bubur Sompok. Ya, rasa keduanya memang sangat berbeda. Menurut Ester, dua varian ini disediakan agar pelanggan bisa memilih sesuai dengan selera mereka.

Dua varian bubur di Mangkuk Emas. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Kedua bubur itu diberi topping yang berbeda tapi dengan bahan yang sama yakni ayam dan setengah telur rebus. Yang membedakan adalah kuah dan macam masakannya, untuk bubur manis, daging ayam dipotong-potong dan dibumbui dengan bumbu serupa bacem, begitu juga dengan telur rebusnya plus diberi pangsit. Sementara itu, bubur gurih diberi topping suwiran ayam dengan bumbu asin serta setengah telur rebus dan potongan cakue.

Selain bubur, kedai yang ada di pojokan pertigaan antara Jalan MT Haryono, Jalan Kompol Maksum, dan Jalan Sompok Lama ini juga menyediakan ayam goreng dan pempek ikan tengiri. Kamu juga bisa memesan otak-otak ikan tengiri dan es kopi susu di sini.

Paket ayam goreng di Mangkuk Emas. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Sama dengan bubur, resep ayam goreng dan pempeknya juga berasal dari resep warisan. Untuk ayam goreng, paket itu disajikan dengan nasi, tahu, tempe, telur, dan sambal terasi. Nah, yang membedakan adalah sambal terasi yang rasanya lebih segar karena diberi tambahan perasan jeruk nipis.

Pempek ikan tengiri di Mangkuk Emas. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Pempek Mangkuk Emas juga enak. Ada pelbagai macam pempek seperti kapal selam, lenjer, adaan, dan kulit. Yang paling beda adalah cuko atau kuah pempeknya. Cuko di Mangkuk Emas terbilang encer tapi warnanya sangat pekat dan tentu rasanya sangat kuat. Sekali mencoba cukonya, kamu bakal mendapati rasa asam bercampur manis yang memenuhi mulut.

“Pempek ini lumayan saya modif sesuai dengan selera saya, nggak sama persis sama Palembang. Kalau (pempek) Palembang itu pekat, kuat rasanya dan kental hampir bisa dicocol. Kalau punya saya encer tapi rasanya tetap kuat,” jelas perempuan asal Kalimantan itu.

Otak-otak ikan tengiri di Mangkuk Emas. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Kamu juga bisa memesan camilan seperti otak-otak ikan tengiri di sini, kok. Satu bungkus otak-otak hanya dihargai Rp 4 ribu tapi dengan minimal pembelian tiga biji karena pertimbangan biaya membakar otak-otak.

Oh iya, satu lagi yang saya suka dari Mangkuk Emas adalah es kopi susunya. Rasa kopi dalam kopi susu itu masih kentara meski ada juga rasa manis susu yang terasa di mulut. Ester mengatakan, dia memasok kopi langsung dari suatu daerah penghasil kopi. Dia yang juga penikmat kopi itu bahkan berburu mencari rasa kopi terbaik untuk dibuat kopi susu. Nggak salah lagi kalau rasa kopi susunya nendang!

Ah, pokoknya paslah kalau pengin sarapan di Mangkuk Emas. Pengin coba? (Ida Fitriyah/E05)

 

Mangkuk Emas

Jalan Sompok Lama No 2, Peterongan, Semarang

Jam Buka 06.00-19.00 WIB (Senin-Sabtu)

Harga makanan Rp 13 ribu-Rp 21,5 ribu