Nggak Hanya Nasi, Jenang pun Bisa Menjadi Teman Menyantap Pecel

Nggak Hanya Nasi, Jenang pun Bisa Menjadi Teman Menyantap Pecel
Jenang pecel. (Jatenglive)

Pecel biasanya disantap dengan nasi atau lontong. Namun, di Kabupaten Boyolali, kamu bakal menemukan makanan ini dikombinasikan dengan bumbur sumsum. Ya, masyarakat Boyolali menyebutnya jenang pecel. Seperti apa sensasi menyantap makanan ini? Yuk, kulik!

Inibaru.id – Pecel menjadi salah satu makanan yang kerap dipilih untuk sarapan atau makan malam. Supaya kenyang, nasi atau lontong kerap menjadi pendamping makanan ini.

Selain lontong dan nasi, pecel pun ternyata bisa dinikmati dengan karbohidrat lain. Di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, kamu akan menemukan pecel yang disantap bersama jenang. Hah?

Yap, kamu nggak salah baca, kok. Jenang yang dimaksud dalam makanan ini adalah bubur sumsum. Teksturnya yang lembut dan lumer berpadu dengan pecel menghasilkan pengalaman unik di mulut.

Jenang pecel biasanya disajikan dengan daun pisang yang dipincuk. Supaya makin lahap, jangan pula tinggalkan lauk lain seperti tempe goreng.

https://putratravel.net/wp-content/uploads/2018/12/Jenang-Pecel.jpg

Jenang pecel menjadi kuliner yang kini jarang dijumpai di Boyolali. (Putratravel)

Rasanya? Seperti menyantap bubur yang lembut, tapi pedas. Seporsi jenang pecel dijual seharga Rp 7.000. Terjangkau, kan? Sayang, kini agak sulit menemukan kuliner ini. Kalau mau menyantapnya, cobalah cari di pasar tradisional atau bikin sendiri. Agak ribet tapi perlu dicoba, apalagi kalau kamu suka masak.

Yuk, siapkan dulu bahan-bahannya, Millens! Buat buka puasa juga oke kayaknya! (IB15/E03)