Minuman Tradisional Peru, Leche de Tigre; ‘Susu Macan’ dari Rendaman Ikan

Minuman Tradisional Peru, Leche de Tigre; ‘Susu Macan’ dari Rendaman Ikan
Warnanya yang putih pucat membuat masyarakat Peru menyebutnya Leche de Tigre atau susu macan. (Casalcozinha)

Disebut susu macan, minuman tradisional Peru Leche de Tigre nggak benar-benar dibikin menggunakan susu yang diperah dari macan, tapi dari jus rendaman ikan. 

Inibaru.id – Menyesap minuman pembuka sebelum hidangan utama menjadi hal lazim di banyak restoran dunia, nggak terkecuali di Peru. Di negara yang berlokasi di Amerika Selatan itu, ada satu minuman wajib yang harus kamu coba, yakni Leche de Tigre.

Hampir semua restoran seafood di Peru menyajikan minuman yang secara literal berarti “susu macan” ini. Kendati disebut susu macan, jangan berpikir minuman itu betul-betul diperah dari induk macan. Pemberian nama tersebut diberikan warga setempat sekadar untuk membuatnya terasa powerful.

Leche de Tigre hanya berwarna putih pucat laiknya susu biasa. Namun, ia terbuat dari ikan mentah yang direndam dalam jus lemon, lalu dibumbui paprika, bawang, dan bumbu lainnya. Bagi orang Peru, minuman tradisional ini berperan sebagai menu pembuka, afrodisiak, bahkan obat pereda mabuk.

Masyarakat Peru punya patokan resep yang berbeda-beda dalam membuat leche de tigre, tapi basisnya adalah jus dari ceviche, ikan segar yang diawetkan dalam cairan lemon dan rempah. Karena resep yang berbeda, hasil akhirnya pun berlainan; bisa asam, pedas, creamy, gurih, atau segar.

Ceviche dan Leche de Tigre

Ceviche dengan Leche de Tigre. (Thomas)
Ceviche dengan Leche de Tigre. (Thomas)

Leche de Tigre sudah berkembang lama di Peru, tapi hingga kini belum ada keterangan pasti kapan mulai menjadi bagian dari menu seafood di wilayah tersebut. Amigofoods menyebut, besar kemungkinan minuman itu dibawa oleh para perempuan muslim keturunan Moro asal Andalusia.

Semula, ceviche dan leche de tigre menjadi satu kesatuan. Leche de tigre dibuat dengan menghaluskan rendaman “asinan ikan” alias ceviche. Namun, seiring dengan kepopuleran minuman ini, belakangan orang-orang membuat leche de tigre secara langsung, tanpa melalui tahap membuat ceviche.

Jadi, jangan heran kalau kamu menemukan dua menu tersebut secara terpisah, nggak lagi menjadi satu kesatuan yang dibikin koki dalam waktu bersamaan. Sebagian restoran memilih membuat leche de tigre dengan menghaluskan ikan dari stok yang mereka punyai alih-alih terlebih dulu membuat ceviche.

Saat ini, leche de tigre juga sudah berkembang luas dan banyak dimodifikasi ke dalam pelbagai varian rasa, kondimen pelengkap, hingga bentuk penyajiannya. Seafood yang menjadi bahan utamanya juga semakin bervariasi, misalnya memakai salmon, tuna, gurita, hingga daging merah.

Leche de Tigre bagi Masyarakat Peru

Berbagai macam varian ceviche dan leche de tigre. (Diningandnightlife)
Berbagai macam varian ceviche dan leche de tigre. (Diningandnightlife)

Masyarakat Peru sangat bangga dengan minuman tradisional ini. Di mana pun mereka berada, leche de tigre selalu menjadi bagian penting yang akan mereka bicarakan. Saat kamu berada di Peru, terutama ketika menyambangi restoran tradisionalnya, kamu juga bakal ditawari minuman tersebut.

Hal tersebut sangatlah wajar. Bagi orang Peru, leche de tigre adalah national treasure yang tarafnya mungkin setara jamu di Indonesia. Mereka bahkan mempunyai hari khusus untuk memperingati keberadaan ceviche, yang tentu saja termasuk leche de tigre di dalamnya.

Hari ceviche nasional di Peru jatuh pada 28 Juni tiap tahun. Begitu berartinya ceviche dan leche de tigre, mereka bahkan libur pada hari tersebut untuk menghormatinya. Wah, keren! Indonesia saja nggak punya hari libur nasional untuk memperingati makanan atau minuman tradisionalnya, ya?

Gimana, berani mencicipi susu macan yang berasal dari rendaman ikan ini nggak, Millens? Saran dari seorang ahli makanan di Peru, kalau kamu nggak suka dengan rasanya yang terlalu asam dan pengin memperoleh cita rasa yang lebih creamy, cobalah tambahkan susu! (Siti Khatijah/E07)