Mi dan Spaghetti, Mana yang Lebih Aman Dikonsumsi?

Mi dan Spaghetti, Mana yang Lebih Aman Dikonsumsi?
Selain mi instan, masyarakat Indonesia juga gemar mengonsumsi spaghetti. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Masyarakat Indonesia dikenal gemar makan mi, khususnya mi instan. Hanya, kini semakin banyak orang yang juga mulai beralih ke pasta seperti spaghetti. Sebenarnya, mana sih yang lebih aman dikonsumsi, mi atau spaghetti?

Inibaru.id – Orang Indonesia dikenal luas sebagai salah satu penggemar mi instan terbesar di dunia. Nggak hanya mi instan yang nikmat, mi jenis lain seperti bakmi, mi ayam, juga digemari. Masalahnya adalah pakar kesehatan menyebut konsumsi mi dalam jangka panjang kurang baik.

Hal ini disebabkan oleh bahan utama dari mi yang berupa tepung gandum murni atau maida. Mi juga cenderung tinggi kalori, lemak, sodium, serta bahan pengawet. Selain itu, mi instan cenderung tinggi lemak jenuh. Jika sering dikonsumsi, tentu akan membuat kadar kolesterol dalam darah naik. Hal ini tentu bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes tipe 2.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Harvard, disebutkan bahwa hobi makan mi dalam jangka panjang bisa meningkatkan risiko sindrom metabolik. Dampaknya nggak hanya buruk bagi jantung dan pembuluh darah. Berat badan kamu juga bisa naik dengan signifikan. Hal ini tentu akan membuat badanmu melar.

Mie instan berbasis maida penuh dengan bahan pengawet dan nggak lain adalah sumber kalori kosong yang merusak semua nutrisi. Kalau kamu mengonsumsinya berlebihan dapat menyebabkan obesitas,” tulis penelitian tersebut.

mi instan, enak dan mengenyangkan namun nggak sehat. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)
mi instan, enak dan mengenyangkan namun nggak sehat. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Namun kamu nggak perlu bersedih dengan fakta ini. Sesekali makan mi boleh-boleh saja kok dilakukan. Kalau nggak mau makan mi, juga bisa kok menggantinya dengan pasta seperti spaghetti. Bentuknya mirip, sama-sama mengenyangkan, namun lebih aman dikonsumsi dibandingkan dengan mi instan.

Spaghetti terbuat dari semumol gandum durum (sooji) yang memiliki kandungan protein lebih tinggi dan nutrisi yang lebih baik. Di dalamnya juga terdapat protein sebanyak 35 persen lebih banyak dari mi instan. Kandungan lemak trans dan kolesterol di dalamnya juga sangat minim.

Sebagai informasi, serat dan protein sangat dibutuhkan tubuh untuk mengendalikan pola makan sehari-hari. Spaghetti menyediakan hal ini. Pakar kesehatan pun menganggap spaghetti lebih sehat dibandingkan dengan mi instan.

Spaghetti bisa diolah dengan berbagai menu yang lezat. Mulai dari jenis saus Bolognese, Aglio Lio, dan Carbonara. Kamu juga bisa menambahkan beberapa jenis topping seperti daging, ayam, sosis atau tuna demi menambah rasa dan nutrisinya.

Melihat fakta ini, spaghetti bisa disimpulkan sebagai makanan yang lebih sehat daripada mi. Lantas, spaghetti jenis apa yang paling kamu suka, Millens?  (Sua/MG31/E07).