Merasakan Sego Kendil Ala Du Cafe yang Memikat dan Nikmat

Merasakan Sego Kendil Ala Du Cafe yang Memikat dan Nikmat
Sego Kendil Ala Du Cafe. (Inibaru.id/ Audrian F)

Du Cafe memiliki menu andalan yang berupa sego kendil. Saya memesan sego kendil ayam panggang dan tongseng iga. Hmm, nagih banget!

Inibaru.id - Di dekat Universitas Diponegoro Tembalang, terdapat cafe unik yang menarik untuk terus dikunjungi. Namanya Du Cafe. Kalau kata pengelolanya, konsepnya British dan American era 50-60 an.

Jika kamu berkunjung ke Du Cafe pasti akan tertarik dengan mobil dan motor klasik yang terpajang rapi di sana. Bagi orang yang penggila swafoto pasti nggak akan berhenti berpose. Namun karena saya nggak begitu suka swafoto. Jadi lihat mereka yang lagi mengambil saja sudah cukup. He

Kendati konsepnya British dan American, namun sajian makanan yang ditonjolkan dari Du Cafe mengusung konsep tradisional. Bukan cuma menu, penyajiannya juga unik banget. Wadah makanannya banyak menggunakan kendil, piring seng, dan talenan. Wah!

Saya penasaran dengan Sego Kendil Ayam Panggang dan Tongseng Iga Bakar dan segera memesannya.

Begitu pelayan datang membawa pesanan saya tersebut, saya langsung menelan ludah karena aromanya menggoyahkan iman saya. Ditambah dengan tampilannya yang rapi dan tertata, makin membuat saya lapar.

Sego Kendil Ayam Panggang. (Inibaru.id/ Audrian F)

Awalnya saya mencicipi sego kendil ayam panggang. Ternyata nggak cuma ayam panggang bersama nasi biasa. Di dalamnya terdapat nasi uduk yang disiram dengan menggunakan sambal kacang. Semua komposisi itu menghasilkan perpaduan rasa yang nikmat. Manis sambal kacang, gurih nasi uduk dan ayam panggang membuat saya nggak berhenti untuk terus mengunyahnya.

Target selanjutnya tongseng iga. Biasanya kalau makan tongseng saya harus pakai nasi. Sebab saya kadang nggak siap menerima rasa pedasnya. Namun khusus pada tongseng iga di Du Cafe ini, nggak pakai nasi saja sudah bikin nagih. Kuahnya pas, antara asam, manis, dan gurih. Cocok buat saya yang doyan pedas.

Daging iganya benar-benar empuk. Saat dipadukan dengan kuahnya tadi, wah, saya nggak bisa menemukan kata lain selain, “enak banget!”

Tongseng Iga. (Inibaru.id/ Audrian F)

Antara sego kendil ayam panggang dan tongseng iga, saya lebih menyukai tongseng iga. Sego kendil ayam panggang saya rasa biasa saya temui, tapi untuk tongseng iga sungguh mantap. Harga Rp 38 ribu, buat saya pantas. Oh, iya, kalau sego kendil ayam panggang harganya Rp 25 ribu.

Kesan kenikmatan saya diperkuat oleh Arga Dwi Satria. Chef dari Du Cafe berkata kalau ada penanganan khusus pada kedua makanan tersebut.

“Untuk sego kendil ayam panggangnya memang kami menggunakan sambal kacang yang diolah sendiri. Kemudian untuk nasi uduknya diracik dengan bumbu penyedap rahasia kami,” ujar Arga.

Arga Dwi Satria, chef di Du Cafe. (Inibaru.id/ Audrian F)

Untuk tongseng iganya pun demikian. Kuahnya campuran dari rempah-rempah seperti serai dan daun jeruk yang diberi santan. Begitupula dengan daging iganya yang saya sukai tadi.

“Daginyanya saya rebus dengan bumbu rempah seperti kapulaga dan cengkeh. Aromanya pakai aneka macam sayuran yang direbus selama kurang lebih 4-5 jam,” jelas Arga.

Nah, dia juga menjelaskan pemakaian kendil di Du Cafe nggak sekadar bentuk tampilan. Tapi juga berpengaruh pada aroma masakan.

“Ya, analoginya kalau membuat sambal antara menggunakan blender dengan ngulek di cobek kan rasanya pasti beda,” ungkapnya.

Wah, memang benar sih, Millens, aroma yang dihasilkan dari dua masakan tadi sungguh berbeda dari masakan lain. Kamu penasaran rasanya gimana? Langsung saja cicipi di Du Cafe ya! (Audrian F/E05)