Menyoal Waktu dan Cara Makan Pempek oleh Orang-Orang Palembang

Menyoal Waktu dan Cara Makan Pempek oleh Orang-Orang Palembang
Pempek telur kecil di Kedai Tekwan Takeone. (Inibaru.id/ Annisa Dewi)

Nggak cuma jadi ikon kuliner, pempek benar-benar lekat dalam keseharian masyarakat Palembang. Warga setempat juga punya cara unik dalam memakannya.

Inibaru.id – Nggak hanya pelancong yang kudu menyantap pempek saat di Palembang. Bagi warga setempat, menikmati pempek sudah menjadi kebiasaan, bahkan keharusan. Tiada hari tanpa pempek. Begitu barangkali ungkapan yang tepat. Fakta ini diungkap orang asli Palembang yang kini berjualan pempek di Semarang, Rosmalawaty.

“Pempek kalau di Palembang itu udah ciri khas betul. Mau pagi, sore, malem, ada pempek terus,” kata perempuan yang kerap dipanggil Mala itu. Nggak heran kalau banyak kedai pempek yang buka tanpa patokan waktu, Millens.

Mala menambahkan, pempek dan tekwan juga sudah menjadi hidangan wajib saat Lebaran. Posisi pempek di sini sudah seperti opor ayam di Jawa.

“Lebaran pasti itu, (ada) pempek dan tekwan dihidangkan orang-orang asli sana. Tapi kalau orang-orang  pendatang itu ya nggak ada. Paling kue seperti biasa,” ujar perempuan 56 tahun ini.

Jenis pempek yang disukai pun berbeda. Saat mengatakan pempek, orang Palembang akan langsung mengasosiasikannya dengan pempek adaan. Ini berbeda dengan warga non-Palembang yang mengidentikkan pempek dengan bentuk kapal selam.

Oiya, warga Palembang juga punya cara tersendiri untuk memakan pempek, lo. Bila lazimnya orang makan pempek dengan mencocok pempek ke cuka, di Palembang berbeda. Mereka nggak segan-segan menyeruput cuka itu, Millens.

“Orang Palembang itu (makan pempek) dicocol-hirup, cocol-hirup, ciri khasnya sana,” imbuh perempuan yang kini jadi juru masak di Kedai Tekwan Takeone.

Orang Palembang senang makan pempek dengan menyeruput cukanya. (Inibaru.id/ Annisa Dewi)

Karena penasaran, saya mencoba mengikutii cara ini saat makan pempek di Kedai Tekwan Takeone tempo hari. Saat itu, saya disuguhi pempek sekaligus mangkuk kecil yang berfungsi sebagai wadah cuka. Saya kemudian menuang cuka sedikit demi sedikit ke mangkuk.

Saya cukup tertarik mencoba menikmati pempek dengan cara yang autentik nih. Pertama, pempek saya cocol dulu ke dalam kuah cuka. Setelah pempek masuk ke mulut, saya langsung menyeruput cuka yang ada di wadah. Benar saja, rasanya beda!

Cuka yang mengguyur pempek di dalam mulut memberikan sensasi dan rasa yang wah. Paduan rasa manis dan pedas membuat saya ketagihan. Enak!

Kebiasaan ini saya anjurkan dipakai saat memakan pempek kapal selam, lenjer, dan kulit yang rasanya lumayan datar.  Jadi, saat makan pempek-pempek itu, lidahmu termanjakan dengan rasa cuka yang bercampur dengan pempek.

Asyik buat dicoba, nih! (Ida Fitriyah/E05)