Menyesap Sedapnya Kopi Arab di Masjid Layur Semarang

Menyesap Sedapnya Kopi Arab di Masjid Layur Semarang
Kopi Arab yang disajikan di masjid Layur Semarang. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Selain menjadi cagar budaya, Masjid Layur Semarang mempunyai tradisi unik yang hanya hadir di bulan Ramadan. Kopi Arab! Kopi istimewa dengan tambahan berbagai rempah bercita rasa sedap bercampur pahitnya kopi. Tradisi menyajikan kopi Arab ternyata sudah ada sejak masjid ini didirikan.

Inibaru.id - Di Semarang, banyak tradisi yang hanya ada ketika bulan suci Ramadan datang. Salah satunya tradisi kopi Arab yang dilestarikan di Masjid Layur Semarang. Masjid yang sudah ditetapkan menjadi cagar budaya oleh Pemerintah Kota Semarang ini konon sudah melestarikan tradisi ini sejak lama.

Macam-macam rempah bahan kopi Arab. (inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Berbeda dengan kopi yang lainnya, kopi ini memiliki cita rasa rempah yang kuat. Menurut Ali Makhsum, takmir Masjid Layur, racikan kopi Arab ditambah tujuh macam rempah sehingga membuat cita rasa kopi ini menjadi berbeda. “Jahe, kapulaga, cengkih, serai, pandan, jeruk wangi, dan kayu manis dimasak dengan air hingga mendidih, lalu tambahkan bubuk kopi dan gula secukupnya,” tutur Ali menjelaskan proses pembuatan kopi Arab.

Karena banyak rempah yang ditambahkan, cita rasa kopi ini sangat sedap. Hampir mirip dengan wedang rempah, namun kopi ini nggak memiliki ampas rempah-rempah. Rasa pahit manis kopi dipadukan dengan pedas dan harumnya rempah membuat warga pun turut menikmatinya selepas tarawih di masjid ini. Untuk menyajikan kopi, takmir masjid menggunakan teko alimunium lalu dituang ke gelas berukuran kecil.

Jemaah masjid yang berkumpul untuk menikmati kopi Arab. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Ketika saya mencoba kopi ini, warga yang sedang berkumpul untuk menikmati kopi yang sama berseloroh “Nanti nggak bisa tidur, lo!” Pantas saja, sajian kopi ini menjadi teman ketika tadarus di Masjid Layur supaya tahan melek hingga larut malam.

Nggak hanya nikmat, kopi ini bisa bikin hangat tubuhmu karena ada kayu manis di dalamnya. Kopi ini disajikan menjelang berbuka dan ketika tadarus. berlangsung. “Kalau berbuka disajikan dengan kurma dan takjil lainnya,” tutur Ali.

Proses persiapan pemasakan kopi Arab. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Nggak sembarang orang bisa membuat kopi Arab ini, Millens. Ali mengatakan bahwa hanya dia dan takmir saja yang biasa membuat kopi ini. “Saya yang membuat, resepnya dari keturunan Arab yang ada di sini,” kata Ali. Buatmu yang penasaran dengan rasa kopi Arab, bisa mampir di Masjid Layur ya, Millens! (Zulfa Anisah/E05)