Menikmati Satai Kuda di Rumah Makan Pak Tris Grobogan

Menikmati Satai Kuda di Rumah Makan Pak Tris Grobogan
Satai kuda. (Tribunjabar/Isa Rian Fadilah)

Di Grobogan, Jawa Tengah, kamu bisa lo menikmati satai kuda. Hm, jadi penasaran ya seperti apa daging hewan yang dikenal jadi alat transportasi ini.

Inibaru.id – Orang Indonesia mengenal kuda sebagai hewan yang dijadikan alat transportasi. Tapi, di Grobogan, kamu bisa menemukan penjual satai kuda. Yap, satai ini beneran dibuat dari daging kuda! Gimana rasanya, ya?

Sebelumnya, kuliner yang terkait dengan hewan yang sering dijadikan penarik delman atau ditunggangi langsung di tempat wisata adalah susunya, khususnya susu kuda liar yang berasal dari Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Tapi, susu dan daging jelas berbeda ya. Susu diperah dari badan kuda sehingga kuda tersebut masih hidup. Kalau kuda, karena dagingnya yang dikonsumsi, otomatis kuda harus disembelih terlebih dahulu, bukan?

Salah satu penjual satai kuda yang paling terkenal di Grobogan adalah Rumah Makan Pak Tris. Lokasi rumah makan ini ada di Desa Rejosari, Kecamatan Grobogan, persis di pinggir jalan Purwodadi – Blora. Rumah makan ini sudah eksis sejak 2012, Millens.

Sejak awal berdiri pula, Sri Mukti, pengelola dari rumah makan ini, sudah berjualan satai kuda. O ya, nama warung Pak Tris ini diambil dari ayahnya.

Mengingat kuda bukan hewan yang diternakkan sehingga jumlahnya di Indonesia juga nggak banyak, satai kuda yang dijual di Rumah Makan Pak Tris jumlahnya terbatas. Sri mengaku hanya menyembelih hewan yang dikenal kekar ini seekor setiap lima hari.

Satai kuda di Rumah Makan Pak Tris berasal dari kuda yang disembelih sendiri. (Brilio.net/Ivanovich Aldino)
Satai kuda di Rumah Makan Pak Tris berasal dari kuda yang disembelih sendiri. (Brilio.net/Ivanovich Aldino)

“Bahan baku satai kuda potong sendiri. Setiap lima hari sekali kita memotong kuda sendiri, yang ini kuda jantan,” cerita Sri, (16/2/2022).

Alasan lain mengapa nggak banyak satai kuda yang disediakan adalah harga kuda siap sembelih yang cukup mahal, yaitu Rp 18 juta per ekor. Meski begitu, mengingat banyak orang memburu satainya karena dianggap bisa mengobati beberapa jenis penyakit sekaligus menambah stamina, tetap saja satai ini laris manis.

Kalau kamu tertarik mencicipinya, harus sabar ya. Soalnya, daging satai kuda harus dibakar setidaknya 10 menit. Namun, begitu disajikan dengan campuran bumbu kecap, irisan bawang merah, dan cabai, dijamin kamu bakal bisa merasakan kenikmatannya.

Selain menu satai kuda yang dijual dengan harga Rp 35 ribu per porsi, ada menu olahan daging kuda lain yang disediakan di Rumah Makan Pak Tris, yaitu rica-rica daging kuda. Mau yang lebih ekstrem? Coba saja menu torpedo kuda.

“Selama pandemi (Covid-19 lalu) lumayan hasilnya. Rata-rata pembeli (dari) luar daerah. Ada juga yang (dari) Purwodadi juga banyak,” cerita Sri.

Tertarik mencicipi satai kuda di Grobogan, Millens? Pasti penasaran dengan rasa dagingnya, bukan? (Lin/IB09/E05)