Menikmati Gurih dan Lezatnya Sego Jangkrik khas Kudus

Menikmati Gurih dan Lezatnya Sego Jangkrik khas Kudus
Sego jangkrik biasanya dibungkus daun jati. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Kudus punya banyak makanan khas yang bisa kamu cicipi. Nggak hanya lentog tanjung atau garang asem, ada pula sego jangkrik yang sangat khas dari Kudus.

Inibaru.id – Ditinjau dari sejarah Islam, berdirinya Kudus nggak terlepas dari sosok Sunan Kudus. Selain mendirikan Negeri Kudus, sosok ini juga secara langsung maupun nggak langsung menciptakan budaya-budaya Kudus di bidang tradisi maupun kuliner.

Nah, seperti orang pada umumnya, Sunan Kudus juga punya makanan kesukaan, salah satunya adalah sego jangkrik. Hingga sekarang, makanan ini masih akrab di lidah warga Kudus dan sekitarnya.

Saban Buka Luwur Makam Sunan Kudus, pasti ada pembagian sego jangkrik kepada warga yang berkunjung. Setiap saat itu pula, warga tumpah ruah mengantre nasi bungkus ini. Sebagian masyarakat percaya, sego jangkrik dari buka luwur itu memiliki keberkahan.

Sego jangkrik menggunakan daging kerbau sesuai dengan kebiasaan masyarakat Kudus yang lebih familiar dengan daging kerbau dibanding daging sapi. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Eits, tapi jangan harap kamu menemukan jangkrik dalam makanan ini, ya, Millens. Nama masakannya boleh saja sego jangkrik, tapi daging yang digunakan adalah daging kerbau.

Jangan heran juga mengapa daging kerbau karena masyarakat Kudus memang lebih familiar dengan daging kerbau dibanding daging sapi. Ini berkait dengan imbauan yang dikeluarkan Sunan Kudus kala itu yang melarang pengikutnya menyembelih sapi sebagai bentuk penghormatan kepada pemeluk Hindu. Imbauan itu pun masih berlangsung hingga sekarang.

Nah, daging kerbau tadi akan dimasak dengan rempah-rempah tertentu seperti bawang putih, bawang merah, kencur, dan cabai. Hal ini seperti yang diungkapkan salah seorang pembuat sego jangkrik Yulistiyani.

“(Bumbu) digoongso, dagingnya direbus, terus nanti dikasih santan,” ujar Lis di sela-sela berjualan pada acara Festival Kuliner Tradisional dalam rangka Ta’sis Masjid Al-Aqsha Menara Kudus, Minggu (24/3/2019).

Selain daging kerbau, sayur jangkrik itu juga dicampur dengan potongan kol yang agak besar dan bahan lain seperti tahu. Setelah itu, sayur jangkrik tadi dibubuhkan di atas nasi kemudian dibungkus dengan daun jati yang menjadi ciri khas nasi ini.

Sego jangkrik dibungkus dengan daun jati. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Karena dibungkus daun jati, sego jangkrik terasa lebih sedap. Daging kerbau yang dimasak juga empuk. Rasa sayurnya pedas plus gurih lantaran tambahan santan di dalamnya. Kendati terdiri atas paduan santan dan daging kerbau, sego jangkring nggak mblenger seperti saat kamu makan gulai kambing, kok, Millens. Namun, ini balik lagi ke selera pembuatnya, sih.

Hingga kini, masyarakat Kudus terlebih yang tinggal di sekitar Menara masih familiar dengan masakan ini. Selain saat Buka Luwur, masakan ini juga sering ditemui saat acara syukuran sebelum pernikahan atau ada hajat tertentu.

Namun, sego jangkrik sangat jarang ditemui di warung-warung makan di Kudus. So, kalau kamu pengin mencicipi masakan ini, kamu perlu menunggu saat Buka Luwur tiba atau beli di sekitar Jalan Sunan Kudus dan Jalan Niti Semito. Gimana, tertarik mencoba? (Ida Fitriyah/E05)