Menikmati 77 Persen Dark Chocolate dalam Lembutnya Sorbet di Gelato Matteo

Menikmati 77 Persen Dark Chocolate dalam Lembutnya Sorbet di Gelato Matteo
Setengah porsi dark chocolate sorbet di Gelato Matteo. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Masyarakat biasanya memanfaatkan dark chocolate untuk bahan kue atau hiasan kue. Namun, di Gelato Matteo, dark chocolate disulap menjadi sorbet yang lembut dan "endes".

Inibaru.id- Sesuai namanya, Gelato Matteo merupakan sebuah kedai gelato di Semarang. Namun, rupanya nggak hanya gelato yang disajikan di sana. Ada pula sorbet yang dijadikan sebagai menu utama di kedai ini.

Sekilas, kamu bakal sulit membedakan mana yang disebut gelato dan mana yang sorbet. Kedua varian es krim itu memang memiliki bentuk yang sama yakni sama-sama beku dan padat. Namun, saat mencicipinya, kamu baru bisa menebaknya.

Serupa tapi nggak sama, itulah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan sorbet dan gelato. Meskipun bentuknya sama, tapi bahannya berbeda, lo.

Dark chocolate sorbet Gelato Matteo. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Pemilik Gelato Matteo, Mr. Matteo menjelaskan perbedaan keduanya kepada Inibaru.id beberapa waktu lalu. Mr. Matteo mengungkapkan, gelato dibuat dengan menambahkan sedikit lemak dari susu ataupun krim, tapi nggak begitu untuk sorbet. Varian es lembut satu ini sama sekali nggak mengandung susu dalam adonannya.

Nah, di Gelato Matteo ada satu sorbet yang menarik perhatian saya. Sorbet itu adalah dark chocolate. Penasaran dengan rasanya, akhirnya saya memutuskan untuk mencobanya.

Saat itu, dark chocolate sorbet disajikan satu cup dengan gelato rasa yoghurt. Dari luar, keduanya tampak sama. Setelah saya coba, memang ada bedanya yakni gelato rasa yoghurt lebih terasa susunya.

Dark chocolate sorbet di Gelato Matteo. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Sementara itu, sebagai penyuka cokelat, dark chocolate sorbet ini membuat saya jatuh hati. Bagaimana tidak? Rasa coklatnya nampol abis! Pahit cokelat murninya sangat terasa meski ada rasa manis yang sedikit terasa. Tekstur sorbetnya pun padat dan liat tapi pecah begitu sampai mulut. Enak!

Mr. Matteo mengungkapkan dark chocolate sorbet itu memang dibuat dari cokelat asli tanpa menambahkan susu barang sedikit pun, Millens. Cokelat yang dipakai juga memiliki kadar yang lumayan tinggi yakni 77 persen.

Seorang pengunjung Gelato Matteo menerima gelato dari pelayan. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

“Ini tidak pakai susu, tidak pakai krim. Hanya ditambah air dan gula,” terang lelaki kelahiran Italia itu menggunakan bahasa Inggris.

Bagi kamu pencinta cokelat, kalau datang ke Gelato Matteo, harus coba deh dark chocolate sorbetnya. Jempol banget rasanya!

Varian Menarik Lain

Selain dark chocolate sorbet yang jadi andalan, beberapa varian lain juga bakal sayang kalau dilewatkan. Salah satu rasa yang unik di sini adalah pistachio gelato. Pistachio merupakan kacang-kacangan yang berasal dari mediterania. Biji pistachio yang berwarna hijaulah yang diolah.

“Pistachio itu saya panggang kemudian saya blend hingga menghasilkan minyak. Nah, minyak itulah yang saya buat untuk rasa gelato,” kata Mr. Matteo.

Varian rasa gelato di Gelato Matteo. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Sayang, pistachio gelato nggak tersedia setiap hari, Millens. Ini karena harga pistachio yang nggak murah dan nggak mudah ditemukan. Jadi, kalau kamu ke Gelato Matteo dan menemukan pistachio, kamu adalah orang yang beruntung. Ha-ha.

Oh iya, varian rasa di sini juga nggak monoton, kok. Mr. Matteo berusaha untuk membuat rasa baru setiap sebulan sekali. Bila rasa yang dijadikan eksperimen berhasil, varian itu bakal dibuat terus menerus. So, nggak ada salahnya mencoba datang kemari, kok! (Ida Fitriyah/E05)

 

Gelato Matteo

Alamat                  : Jln MT Haryono No 914, Peterongan, Semarang

Jam buka              : 10.00-22.00 WIB

Harga gelato          : Rp 26.000–Rp 260.000 (1 kilogram)

Harga kopi dan teh : Rp 10.000-Rp 29.000

Harga makanan     : Rp 12.000-29.000