Getuk Mawur yang Berpadu dengan Teh Hangat, Sajian Berbuka yang Khas dari Batang

Bicara soal kuliner tradisional Kabupaten Batang, Jawa Tengah, getuk mawur tentu nggak ketinggalan. Penganan berbahan baku singkong ini menjadi pengisi perut yang cukup mengenyangkan. Dengan segelas teh hangat, rasanya getuk mawur bakal pas buat buka puasamu.

Getuk Mawur yang Berpadu dengan Teh Hangat, Sajian Berbuka yang Khas dari Batang
Getuk mawur. (etyabdoel.com)

Inibaru.id – Sudah bukan rahasia lagi jika ke Kabupaten Batang, nasi megono menjadi kuliner yang sering dicari. Padahal, kabupaten ini punya banyak makanan khas yang asyik untuk dijelajahi. Jika kamu mencari makanan baru untuk menambah pengalaman cita rasa, getuk mawur bisa jadi pilihan yang pas.

Seperti namanya, getuk mawur sebetulnya berbentuk tak beraturan. Jadi, semacam getuk, tapi mawur atau berserak sehingga cara makannya pun harus menggunakan sendok. Getuk ini biasa dijual dengan bungkus daun, lalu dimakan menggunakan sendok yang juga terbuat dari daun.

Getuk mawur. (Cookpad)

Namun, getuk mawur kini mengalami modernisasi. Getuk mawur saat ini banyak yang berbentuk persegi berwarna putih. Seperti umumnya getuk, singkong menjadi bahan dasar makanan ini.

Agar mudah dibentuk, singkong dihaluskan lebih dulu. Setelah halus, barulah bahan dicampur dengan parutan kelapa mentah dan kelapa bakar. Rasanya? Hm, harus coba sendiri deh!

https://img-global.cpcdn.com/003_recipes/0fbdfd524ed7d550/751x532cq70/getuk-singkong-original-foto-resep-utama.jpg

Getuk mawur dengan variasi warna yang berbeda. (Cookpad)

Untuk menemukan getuk mawur cukup mudah. Kamu bisa menemukan penjual makanan ini di pasar tradisional. Dengan harga sekitar Rp 3.000–Rp 5.000, seporsi getuk mawur siap meluncur ke perutmu, menemani buka puasamu.

Duh, jadi bayangin makan getuk mawur plus minum teh hangat pas buka puasa nanti! Eits, tapi kudu ke Batang ya, karena di tempat lain nggak ada! Ha-ha. (IB15/E03)