Berkenalan dengan Kuliner Khas Pemalang, Sate Loso!

Menggunakan daging kerbau atau sapi yang masih muda, satai khas Pemalang ini memiliki rasa yang unik. Rahasianya, sebelum dibakar, daging terlebih dahulu dibacem agar bumbu meresap sempurna. Hm, penasaran?

Berkenalan dengan Kuliner Khas Pemalang, Sate Loso!
Satai Loso Pemalang. (Twitter)

Inibaru.id – Selama ini hanya Kudus yang dikenal memiliki satai kerbau. Nggak banyak yang tahu kalau di Jawa Tengah, satai kerbau juga bisa kita temui di Kabupaten Pemalang. Masyarakat setempat menyebutnya Sate Loso.

Konon, penyebutan itu diambil dari nama sosok pelopor satai tersebut. Loso namanya, penjual satai asal Weleri, Kendal. Dari Loso, resep satai pun diwariskan turun-temurun. Bahkan, nggak hanya yang segaris keturunan, banyak pula warga Pemalang lain yang membuat usaha serupa.

Salah satu satai loso yang ada di Pemalang. (Instagram/Daniel Svvito)

Satai loso bisa kamu jumpai di Kawasan Kuliner Pemalang yang berada di sebelah utara alun-alun kota Sementara, kalau pengin yang masih keturunan Loso, kamu bisa datang ke RM Sate Loso Pah In atau Sate Laso Pak Mul.

Sate Laso Pak Mul merupakan salah satu yang paling kondang di Pemalang. Jadi, kamu nggak bakal kesulitan kalau pengin mencari lokasinya.

Terus, apa yang membedakan satai ini dengan satai-satai lain di Indonesia yang diperkirakan jumlahnya lebih dari 200 jenis itu?

Berbeda dengan satai Madura yang dagingnya dibakar dalam keadaan mentah, daging sate laso telah dibacem terlebih dahulu sebelum dibakar. Dari segi rasa, tentu saja bumbu satai laso jauh lebih meresap ketimbang yang dibakar mentah-mentah.

Proses pemanggangan sate loso khas Pemalang. (Instagram/Yohanes Nataluky Kolopaking)

Nggak hanya daging kerbau, satai laso juga memakai daging sapi. Agar mendapatkan tekstur empuk, pemilik sate laso biasanya memilih kerbau atau sapi yang masih muda.

Saat memesan, kamu bisa memilih konten yang kamu inginkan, Pilihannya, daging semua atau dengan jeroan. Porsinya pun bisa kamu tentukan sendiri mau separuh, seporsi, atau bahkan beberapa tusuk saja. Semua bakal dilayani!

Sate loso disajikan dengan bumbu kacang. (Instagram/Yohanes Nataluky Kolopaking)

Setelah matang, satai loso disajikan dengan bumbu kacang yang lembut tapi cukup pedas. Dalam satu meja, kamu juga bakal disuguhi sup berisi urat, tulang muda, dan kecambah.

Secara keseluruhan, satai loso memiliki rasa yang cukup kompleks, mulai dari manis, pedas, asam, dan gurih. Lantaran hanya menggunakan has dalam, aroma dagingnya sedap banget, Millens!

Sebagai gambaran, seporsi Sate Laso Pak Mul dibanderol dengan harga sekitar Rp 25 ribu. Saat Lebaran tiba, nggak kurang dari 60 kilogram daging dipersiapkan. Hm, kebayang dong berapa omzetnya? Ha-ha.

Sup pelengkap sate loso yang berisikan urat, tulang muda, dan kecambah. (Instagram/Yohanes Nataluky Kolopaking)

Kalau ke Pemalang, jangan lupa berburu sate laso ya! Sate Laso Pak Mul buka pukul 10.00 hingga 19.00 WIB. Namun, sekadar saran, jangan datang kesorean ya kalau nggak pengin kecele dan kehabisan. (IB20/E05)