Mengejar Bakpia Nura ke Salatiga

Mengejar Bakpia Nura ke Salatiga
Bakpia Nura asli Salatiga. (Bukalapak/Via Handicraft)

Kalau kamu kangen dengan bakpia Jogja tapi sedang berada di sekitar Kota Salatiga, nggak perlu bingung. Cari saja Bakpia Nura yang ada di kota tersebut. Dijamin enak, kok.

Inibaru.id – Kalau bicara tentang bakpia, yang terpikir tentu adalah bakpia Yogyakarta. Maklum, bakpia memang sudah jadi oleh-oleh khas dari Kota Pelajar. Tapi, kalau kamu berasal dari Jawa Tengah atau dekat dengan Kota Salatiga, nggak perlu jauh-jauh kok mencari bakpia. Soalnya, di Salatiga ada Bakpia Nura.

Jangan kira Bakpia Nura ini beda dari bakpia Jogja. Secara rasa, tekstur, dan kualitas mirip-mirip, kok. Maklum, usaha bakpia ini sebenarnya dulu juga dirintis di Yogyakarta. Tapi, sang pemilik Sumarti (61), kemudian memindahkannya ke Salatiga karena melihat prospek cerah di kota yang disebut-sebut sebagai salah satu yang terindah di Indonesia ini.

“Karena di Salatiga peminatnya banyak terus pindah ke Salatiga mulai tahun 1980,” cerita Sumarti, Jumat (13/8/2021).

Dia pun terus mempertahankan resep khas sebagaimana saat kali pertama merintis usaha bakpia ini di Yogyakarta. Alhasil, kini bakpia basah dan bakpia pathok krispi dengan isian kacang hijau produksinya laris manis di pasaran.

Setiap harinya, Bakpia Nura mampu memproduksi setidaknya 1.000 bungkus. Soal harga, terjangkau kok. Bakpia krispi biasanya sekitar Rp 25 ribu dan bakpia basah dihargai Rp 6 ribu, Millens.

Ilustrasi: Produksi bakpia. (sorotnuswantoronews.com)
Ilustrasi: Produksi bakpia. (sorotnuswantoronews.com)

“Dalam sehari bisa menghabiskan 14 karung gandum, kalau bakpianya jadi berapa butir saya tidak sempat menghitung,” ujar Sumarti terkait berapa banyak bakpia yang diproduksi usahanya diiringi tawa.

Selain dijual langsung di toko yang berlokasi di Jalan KH Ahmad Dardari, Tingkir, Salatiga, Bakpia Nura juga “mengekspor” bakpia-bakpianya ke kota lain seperti Solo, Semarang, hingga ke Ngawi, Jawa Timur.

Yang menarik, Bakpia Nura ternyata cukup populer di kalangan para perantau yang memakai transportasi bus. Hal ini membuat Sumarti membuat bakpia dengan ukuran kecil, khusus untuk dijual bagi pengguna bus.

“Yang kecil ini biasa dijual di terminal bis dan sejenisnya. Sampean (Anda) bisa temui produk Bakpia Nura yang kecil di Pos (Terminal) Tingkir dan (Terminal) Kartasura,” pungkasnya.

O ya, di Toko Bakpia Nura, kamu nggak hanya bakal menemukan bakpia. Di sana, kamu juga bisa membeli jajanan lain seperti egg roll, kripik tempe, semprong wijen, dan lain-lain. Dijamin semua enak, deh.

Wah, jadi penasaran ya Millens, seperti apa rasa dan tekstur dari Bakpia Nura, apalagi yang katanya diburu para pengguna bus dengan ukuran mini. Yuk, kapan kita coba? (Bet, Fed/IB09/E05)