Mengapa Gerobak Satai Madura Berbentuk Kapal?

Mengapa Gerobak Satai Madura Berbentuk Kapal?
Gerobak satai Madura yang berbentuk mirip dengan kapal. (Inibaru.id/Audrian F)

Gerobak penjual satai Madura biasanya berbentuk kapal atau perahu. Apa ya kira-kira filosofi dari bentuk gerobak yang sangat unik ini?

Inibaru.id – Selain dikenal sebagai ahli potong rambut, perantau dari Madura juga banyak yang menjajakan makanan seperti bubur kacang hijau atau satai. Nah, khusus untuk satai, banyak penjual dari Madura yang membawa gerobak berbentuk kapal. Filosofinya apa ya?

Nah, ada beberapa versi dari penggunaan gerobak berbentuk kapal ini. Alasan pertama adalah kesan dari banyak orang saat mendengar kata Madura. Namanya pulau, pasti ada lautan. Hal ini juga berlaku bagi Madura yang dikelilingi lautan. Nah, pedagang sate dari Madura memilih perahu karena menganggapnya bisa mewakili identitas Madura.

Selain itu, warga Madura percaya bahwa nenek moyangnya adalah pelaut yang juga pembuat perahu yang andal. Nah, mereka pun mengaplikasikan bentuk perahu ini dalam gerobak satai. 

Versi lain dari penggunaan gerobak berbentuk kapal ini adalah sebagai ciri khas yang membedakan penjual satai Madura dengan satai dari daerah lainnya. Nggak hanya menandakan bahwa satai Madura memiliki cita rasa tersendiri, bentuk kapal gerobaknya juga bisa menjadi pemererat persatuan komunitas para pedagang satai Madura di tanah rantau.

Gerobak satai Madura yang mirip dengan kapal atau perahu ternyata ada filosofinya. (Inibaru.id/Audrian F)
Gerobak satai Madura yang mirip dengan kapal atau perahu ternyata ada filosofinya. (Inibaru.id/Audrian F)

Logikanya, kalau ada pedagang satai Madura melihat pedagang lain yang memakai gerobak berbentuk kapal, mereka bisa saling menyapa atau bahkan saling membantu di perantauan. Pokoknya kompak, deh.

Menariknya, pedagang satai Madura menyebut satai yang dijual di Madura memiliki cita rasa yang berbeda dengan satai Madura yang dijual di daerah lain. Sebagai contoh, penjual satai Madura di sekitar Surakarta atau Yogyakarta cenderung menjual dengan rasa yang lebih manis. Padahal, satai Madura asli nggak terlalu manis dan cenderung lebih kuat rasa asinnya. Para pedagang ini menyesuaikan dengan selera masyarakat tempat mereka berjualan.

Selain itu, jika di banyak wilayah penjual satai Madura menggunakan bahan daging ayam, di Madura, sate yang dijual lebih banyak berasal dari daging sapi, hewan yang juga sering dianggap erat dengan budaya karapan di Madura.

Wah, ternyata ada makna tersendiri dari gerobak satai Madura yang berbentuk kapal ini, ya Millens. Omong-omong, kamu pernah melihat sendiri penjual satai dengan gerobak berbentuk unik ini belum nih? (Kab/IB09/E03)