Sempat Jadi Bahan Cemoohan, Beginilah Sejarah Table Manner!

Sempat Jadi Bahan Cemoohan, Beginilah Sejarah Table Manner!
Table manners dimulai di Prancis. (Debretts)

Table manner menjadi hal yang penting saat menghadiri jamuan makan formal. Dengan sejumlah standar, etika ini mengatur bagaimana seseorang bersikap sopan saat makan. Sebenarnya, dari mana sih etika ini dimulai?

Inibaru.id – Dalam perjamuan, table manner atau etika dan sikap makan amat diperlukan. Dengan menunjukkan etika dan sikap yang baik, ini juga akan menimbulkan kesan yang baik pada orang-orang disekelilingmu.

Nah, table manner kali pertama dilakukan di Prancis pada 1533. Bangsawan Prancis mulai mengenal table manner saat Catherine de’ Medici menikah dengan Raja Henry II.

Sebagai bangsawan Italia, de’ Medici merasa perlu mengubah etika makan Prancis. Para bangsawan Prancis saat itu masih menggunakan tangan yang berminyak untuk memotong daging mereka. De’ Medici mengubah kebiasaan ini dengan menerapkan sejumlah aturan seperti pemakaian serbet, peralatan makan, hingga penataan letaknya.

Kebersihan menjadi hal yang ditekankan table manner. Francesc Eiximenis, seorang teolog dari Spanyol mengatakan, sekalipun ingin bersin, para tamu diharapkan tidak bersin menghadap meja. Serbet untuk makan dilarang pula digunakan untuk itu.

https://dakkakfamily.net/wp-content/uploads/2018/11/Featured-image-10-Dining-Etiquette.jpg

Penggunaan garpu dimulai oleh Ratu Catherine de' Medici dari Florencia. (dakkakfamily.ne)

Pada masa de’ Medici pula, dia berusaha memopulerkan penggunaan garpu. Kendati tidak sedikit yang menganggap penggunaan garpu adalah kekonyolan, de’ Medici meneruskan kebiasaan ini pada putranya, Raja Henry III.

Thomas Coryat, penjelajah dari Inggris juga mengadopsi etika makan Italia yang menggunakan garpu. Ketika pulang ke negerinya, temannya pun mencemooh caranya makan.

Barulah pada sekitar abad ke-18, penggunaan garpu, serbet, dan piring, secara individual berkembang. Kini, kebiasaan de’ Medici dijadikan patokan kesopanan di meja makan.

Wah, wah, kebiasaan memang dibentuk dalam waktu yang lama, ya! Hm, kamu yang sering menghadiri acara formal tentu perlu pula membiasakan diri dengan etika ini. Memang nggak mudah, tapi kalau mau terus belajar tentu nggak sulit, kan? (IB15/E03)