Menelusuri Asal Usul Sayur Kol, Lalapan Favorit Masyarakat Indonesia

Menelusuri Asal Usul Sayur Kol, Lalapan Favorit Masyarakat Indonesia
Dua warna kol, ungu dan putih. (123rf.com)

Pencinta sambal tentunya jarang melewatkan sayur kol sebagai lalapan. Kriuk-kriuk sayur ini memang bikin makan makin lahap. Tapi, tahukah kamu kalau sayur kol bukanlah tanaman asli dari Indonesia?

Inibaru.id – Sayur kol menjadi lalapan yang nggak pernah absen ketika sambal terhidang. Selain digunakan sebagai lalapan, sayur ini juga kerap digunakan sebagai bahan tambahan dalam sop, capcay, tongseng, dan masakan lain. Tapi, tahukah kamu dari mana asal sayur ini?

Kendati menjadi sayur favorit masyarakat Indonesia, sayur kol ternyata berasal dari Eropa, lo. Dalam serat Centhini, bangsa Eropa diketahui membawa pelbagai jenis sayuran seperti kol, nanas, kentang, buncis, wortel, dan peterseli pada abad 17. Orang Belanda mengolah sayur kol menjadi aneka masakan seperti stamppot, boerenkool, dan zuurkol. Sayur ini disukai lantaran mengandung kadar air yang tinggi.

https://www.drweil.com/wp-content/uploads/2016/12/diet-nutrition_recipes_green-cabbage-and-mushrooms_3000x2000_000030535264-1024x768.jpg

Sayur kol kerap menjadi pendamping sambal. (drweil.com)

Dalam perkembangannya di Indonesia, sayur kol diolah menjadi sop hingga isian tahu. Sebagian orang pun suka menyantap sayur ini dengan cara digoreng terlebih dahulu. Orang Sunda nyaris nggak pernah meninggalkan sayur kol dalam makanan mereka sehingga sebagian orang mengira sayur ini adalah tanaman lokal Jawa Barat.

Bicara soal gizi, sayur kol mengandung vitamin C, K, B1, B6, folat, karbohidrat, protein, kalsium, dan kalium. Zat-zat tersebut dikabarkan berguna untuk menghambat perkembangan sel-sel kanker. Disebutkan juga kalau kubis ungu memiliki aktivitas antioksidan 6 kali lebih tinggi dibanding saudaranya, kubis putih.

Gimana? Kamu termasuk orang yang suka makan sayur kol nggak, Millens(IB15/E05)