Meneguk Cita Rasa Kekinian dari Segelas Es Cendol Milenial
Minuman tradisional dengan rasa kekinian. (Inibaru.id/ Dyana Ulfach)

Meneguk Cita Rasa Kekinian dari Segelas Es Cendol Milenial

Musim hujan memang paling cocok minum yang hanget-hangat. Tapi nggak ada salahnya incip-incip minuman tradisional yang kekinian yang dingin ini.

Inibaru.id – Sore itu hujan cukup deras mengguyur Ungaran. Dalam perjalanan saya mencari tempat berteduh, saya melihat sebuah kedai berwarna kuning. Bertuliskan Cendol Milenial, kedai ini menarik perhatian saya untuk sekadar mampir dan berteduh di Warung Nasi Ayam Yu Suti. Iya, kedai ini berada tepat di depan warung yang terletak di Jalan S. Parman Ungaran ini.

Sembari berteduh dan menunggu hujan reda, saya memesan menu unggulan Cendol Milenial untuk menemani kesunyian saya. Tentu saja saya memesan varian cendol yang menjadi menu favorit di kedai ini. Nggak hanya es cendol, saya juga memesan cheese cream rasa green tea.  

Meski hujan, kedai tetap buka untuk kamu cendol mania. (Inibaru.id/ Dyana Ulfach)
Meski hujan, kedai tetap buka untuk kamu cendol mania. (Inibaru.id/ Dyana Ulfach)

Setelah menunggu beberapa menit, pesanan saya pun selesai dibuat. Berbeda dengan cendol pada umumnya, cendol yang satu ini nggak menggunakan santan lo. Dengan menggunakan susu, es cendol ini nggak seret di tenggorokan.

Saat kali pertama saya meneguk es Cendol Milenial, ada sedikit sensasi rasa kopi dan thai tea yang dicampur menjadi satu. Manis, menjadi kata yang tepat untuk menggambarkan rasanya. Sesuai namanya, es cendol ini memang dibuat dengan cita rasa milenial. Maksudnya lebih kekinian dan berbeda dengan cendol pada umumnya. He

Cendol yang biasanya berwarna hijau pun dibuat berwarna cokelat. Tapi tenang, bahan pembuatannya masih sama kok. Tekstur si cendol yang kenyal, lembut, dan cukup manis menambah kenikmatan es Cendol Milenial ini. Meskipun tekstur tepung hunkwe masih cukup terasa, tapi nggak mengurangi kesegarannya kok.

Mencicipi cheese cream rasa green tea yang bikin meleleh. (Inibaru.id/ Dyana Ulfach)
Mencicipi cheese cream rasa green tea yang bikin meleleh. (Inibaru.id/ Dyana Ulfach)

Nggak lupa, saya juga mencicipi cheese cream rasa grean tea yang sudah saya pesan. Sebagai pencinta green tea, aroma dan rasa green tea-nya terasa sekali. Jujur, saya nggak terlalu suka keju, tapi perpaduan keju dan green tea ini nggak bikin enek. Gurihnya keju sangat terasa di lidah. Saat ditelan, rasa teh hijaunya kuat sekali. Meski begitu, berasa lumer di dalam.

O ya, selain varian yang saya cicipi, ada juga lo varian es cendol yang lain seperti cendol choco, matca, red velvet, taro, advocado, dan kopi klasik buat kamu yang nggak bisa hidup tanpa ngopi.

Saya cukup merogoh kantong sebanyak Rp10.000 untuk es cendol, dan Rp15.000 untuk cheese cream. Hanya dengan menambah Rp3000, saya bisa menambahkan topping seperti keju, oreo, silver queen, regal, gula merah, atau m2m ke dalam segelas es yang saya beli. Cukup worth it untuk segelas cendol dengan taste kekinian.

Cendol Milenial, selalu ada tegukan untuk dikenang. (Inibaru.id/ Dyana Ulfach)
Cendol Milenial, selalu ada tegukan untuk dikenang. (Inibaru.id/ Dyana Ulfach)

Hm, karena pilihan varian yang ditawarkan banyak, akhirnya saya kembali memesan dua gelas es cendol untuk menemani kegabutan saya di rumah. Kali ini saya memesan cendol red velvet dan cendol choco dengan topping oreo.

Kedai ini buka setiap hari mulai pukul 09.00 – 20.00 WIB ya, Millens. Penasaran kan rasanya seperti apa? Yuk langsung cus! Asal kalau ke sini jangan pada hari Kamis dan hari libur nasional ya. Kedai tutup! (Dyana Ulfach/E05)