Mencicipi Masakan Serat Centhini di Waroeng Dhahar Pulo Segaran

Mencicipi Masakan <em>Serat Centhini</em> di Waroeng Dhahar Pulo Segaran
Ayam mangi, salah satu masakan di Warung Dhahar Pulo Segaran yang terinspirasi dari "Serat Centhini". (Tembi)

Selain tongseng emprit dan kelelawar, kuliner ekstrem lainnya yang harus kamu coba adalah tongseng bajing (tupai). Ya, di Waroeng Dhahar Pulo Segaran kamu bisa merasakan makanan-makanan ekstrem ini. Siap mencobanya?

Inibaru.id – Kitab Serat Centhini merupakan salah satu sumber terpercaya untuk mempelajari kebudayaan Jawa. Mulai seni musik, keagamaan, hingga kuliner Jawa tertuang di dalamnya. Terinspirasi dari menu kuliner di buku setebal 6.000 halaman ini, Waroeng Dhahar Pulo Segaran mencoba menggaet pelanggan.

Berlokasi di Jalan Parangtritis KM 8.4, Tembi, Timbulharjo, Sewon, Bantul, rumah makan tersebut menyediakan beberapa menu yang berasal dari Serat Centhini. Tongseng Emprit, Rawong Kutuk (ikan gabus), Soto Kambangan, dan Gulai Banyak adalah menu-menu yang bisa kamu coba.

Ayam mangi, salah satu masakan di Warung Dhahar Pulo Segaran yang terinspirasi dari Serat Centhini. (Tembi)

Jika pengin yang lebih ekstrem, kamu bisa menjajal Tongseng Bajing Mlumpat. Ya, tongseng seharga Rp 25 ribu ini memang diolah dari tupai.

Seporsi tongseng bajing biasanya diisi dua ekor tupai. Usai dikuliti dan dipotong menjadi beberapa bagian, daging tupai kemudian dibumbui lada hitam dan dilengkapi pula dengan potongan kol serta wortel.

Saat menyantapnya, jangan lewatkan bagian kepala dan ekornya ya. Kepala dan ekor hewan ini dipercaya bisa menyembuhkan asma, lo.

Tongseng tupai atau bajing. (Tempo/Heru CN)

Sembari menikmati kuliner ekstrem tersebut, kamu bisa menyaksikan hijaunya sawah. Saat musim tanam padi, kamu bisa melihat para petani menanam padi jenis Menthik Wangi. Dari padi jenis inilah, nasi yang harum siap disantap pengunjung Waroeng Dhahar Pulo Segaran.

Nah, kamu yang pengin mencoba pelbagai kuliner ekstrem, segera reservasi tempat ya! Jangan mengaku jadi petualang kuliner kalau belum mencicipi kuliner-kuliner di sana. He-he. (IB06/E03)