Membahas Kerupuk Upil

Membahas Kerupuk Upil
Kerupik upil yang populer di Jawa Timur. (Tagar/Haris Susanto)

Kalau kamu ke Kediri, Jawa Timur, dan sekitarnya, pasti bakal sering menemukan penjual kerupuk upil. Nah, meski namanya ada upilnya, kerupuk yang populer di sana ini sama sekali nggak memakai kotoran hidung, lo.

Inibaru.id – Kalau kamu mampir ke Kediri, Jawa Timur atau sekitarnya, pasti mudah menemukan kerupuk upil. Yap, kerupuk ini memang sangat populer di sana dan bahkan sering dijadikan oleh-oleh lo. Masalahnya, nama upil ini kan artinya adalah kotoran hidung, ya Millens. Untungnya sih, upil ini sama sekali nggak terkait dengan kotoran hidung.

Sebenarnya sih ya, ada banyak sekali jenis penyebutan kerupuk upil. Ada yang menyebutnya dengan kerupuk kere alias miskin, kerupuk pasir, kerupuk bledes, atau kerupuk pok. Tapi, intinya sih merujuk pada satu jenis kerupuk yang sama, deh.

Ada banyak versi dari alasan mengapa namanya kok kerupuk upil. Ada yang menyebut rasanya asin layaknya upil. Yap, ngaku deh, banyak dari kalian yang pasti pernah makan upil. Ada yang menyebut upil ini karena ukurannya yang kecil-kecil. Maklum, orang Jawa sering menyebut ukuran yang kecil dengan sebutan seupil, gitu.

Satu hal yang pasti, kerupuk upil ini termasuk dalam camilan yang nikmat, sedap, dan hebatnya non-kolesterol, lo. Kok bisa non-kolesterol? Semua ini gara-gara proses pembuatannya yang melibatkan pasir panas, bukannya minyak sebagaimana proses pembuatan minyak pada umumnya.

Kerupuk upil sering dijadikan oleh-oleh. (antero.media)
Kerupuk upil sering dijadikan oleh-oleh. (antero.media)

Jadi, kerupuk ini dimasukkan dalam wadah khusus yang isinya pasir panas untuk membuatnya masak dan siap disantap. Eits, jangan khawatir kamu bakal makan pasirnya ya saat menyantap kerupuk upil. Pasirnya dijamin sudah dibersihkan. Bahkan, kebersihan pasir yang dipakai untuk memasak kerupuk ini juga sudah terjamin, lo.

Karena nggak ada sentuhan minyak sama sekali saat membuatnya inilah, kerupuk upil sering dikonsumsi sebagai camilan atau lauk. Nggak bikin batuk sehingga aman dimakan siapa saja.

Varian rasa dari kerupuk upil ini juga beragam, Millens. Nggak hanya yang asin, ada yang diolah sehingga memiliki rasa bawang, rasa manis, atau bahkan rasa pedas. Ada juga yang diberi pewarna makanan sehingga membuatnya lebih menarik. Jadi, kamu nggak hanya bakal menemukan kerupuk upil dengan warna putih atau kekuningan saja, Millens. Ada juga yang warna merah, lo.

Soal harga, kerupuk upil ini dijamin murah. Biasanya sih sekitar Rp 6 ribu sampai Rp 7 ribu per bungkus. Bahkan, kalau kamu mau membeli satu kerat yang ukurannya besar itu, harganya Rp 95 ribu saja. Puas deh makan kerupuknya.

Kalau di Kediri atau wilayah sekitarnya, kerupuk upil cocok dimakan dengan sambal pecel atau sambal petis. Kalau kamu nggak punya sambal itu, makan kerupuknya tanpa tambahan apapun juga sudah nikmat.

Gimana, kamu sudah pernah mencoba kerupuk upil, Millens? (Ant,Diad/IB09/E05)