Mampir ke Warung Bu Fitri, Nasi Jamblangnya Bikin Pengin Balik Lagi
Nasi Jamblang adalah makanan khas Cirebon yang dihidangkan dengan daun jati. (Inibaru/ Issahani)

Mampir ke Warung Bu Fitri, Nasi Jamblangnya Bikin Pengin Balik Lagi

Belum berkunjung ke Cirebon kalau belum mencoba Nasi Jamblang. Nah di Warung Nasi Jamblang Bu Fitri ini, kamu nggak boleh datang terlalu malam kalau nggak mau kehabisan. Memangnya seenak apa sih?

Inibaru.id- Kalau Millens main ke Kabupaten Cirebon, harus nyobain kuliner khasnya yaitu Nasi Jamblang. Kuliner dari daerah ujung barat Provinsi Jawa Tengah ini selalu diburu para pelancong dari luar kota dan menjadi street food paling digemari.

Sebetulnya ada beberapa warung yang melegenda. Namun atas rekomendasi seorang teman, saya tergoda untuk memilih Warung Nasi Jamblang Bu Fitri di Jalan Pekiringan. Warung ini mulai sore menjelang petang. Kalau nggak mau gigit jari karena kehabisan, mending jangan terlalu malam datang. Boleh percaya boleh nggak, di atas pukul sembilan malam semua makanan tinggal koretan (sisa makanan).

Pembeli tinggal pilih aneka lauk yang digelar. (Inibaru.id/ Issahani)

Nasi Jamblang merupakan nasi putih yang disantap dengan aneka pilihan lauk. Seperti cumi, ikan tongkol, ati goreng, telor bacem, usus, kerang dan aneka sambal. Mirip-mirip sama nasi rames sih, tapi yang bikin istimewa penyajiannya pakai daun jati. Itu dia yang bikin nasi ini berasa unik dan sedap banget.

Aneka lauk di Warung Bu Fitri. (Inibaru.id/ Issahani)

Soal harga jangan khawatir, cocok buat pelancong yang bujetnya minim. Kala itu saya memilih menu nasi kuah ikan tongkol, tempe goreng, dan paru goreng. Semuanya cuma Rp 14.000. Itu sudah termasuk es teh, lo. Komplet kan?

Sayangnya, kalau kamu termasuk orang yang harus makan makanan selagi panas, nasi jamblang agak nggak cocok buat kamu. Karena buka sejak sore dan dijajakan di atas meja –bukan di atas perapian—nasi dan aneka lauknya ya sudah pasti dingin. Tapi nggak mengurangi kenikmatannya kok. Mau coba? (Issahani/E05)