Berpuas-puas Nikmati Kuliner Jepang di Shabu-Q Semarang

Ingin makan enak dengan porsi yang banyak? Restoran all you can eat-lah jawabannya! Yap, restoran berkonsep buffet atau all you can eat ini sangat cocok untuk kamu yang ingin menyantap makanan sepuasnya tanpa harus khawatir dengan harga.

Berpuas-puas Nikmati Kuliner Jepang di Shabu-Q Semarang
Memasak sendiri di panci atau steampot di Shabu-Q. (Inibaru.id/Faidah Umu)

Inibaru.id – Konsep marketing all you can eat menjadi salah satu andalan restoran satu ini. Shabu-Q namanya. Hidangan khas Negeri Matahari Terbit adalah menu utama mereka. Di sana kamu bisa makan sepuasmu dengan biaya yang sudah ditetapkan dari awal. Unik dan tentu saja mengenyangkan!

Saya yang memang pada dasarnya suka masakan Jepang, tentu sangat tertantang untuk mengunjungi Shabu-Q. Keinginan tersebut baru kesampaian belum lama ini. Kebetulan saya tengah beraktivitas nggak jauh dari restoran yang beralamat di Gajah Mungkur, Semarang, Jawa Tengah, saat rasa lapar mendera. Cuaca begitu panas, sedangkan saya belum sempat sarapan hingga tiba jam makan siang.

Oya, buat kamu yang belum tahu lokasi Shabu-Q, restoran berkonsep buffet yang terkenal akan daging sapi premiumnya ini berada di Jalan Letnan Jendral S Parman No 56. Dari pusat kota Semarang, kamu hanya membutuhkan waktu tempuh sekitar 10 menit dengan kendaraan pribadi.

Suasana di Shabu-Q Semarang (Inibaru.idVerawati Meidiana)

Sesuai dengan menu utama mereka yakni shabu-shabu, ornamen bergaya Jepang juga begitu mendominasi desain interior dan eksterior bangunan Shabu-Q. Kemudian, laiknya restoran shabu-shabu yang umumnya berkonsep nabe ryori, restoran ini pun setali tiga uang.

FYI, nabe ryori (masakan panci) atau hanya disebut nabe, adalah jenis masakan steamboat yang dihidangkan untuk beberapa orang sekaligus. Masakan tersebut dihidangkan langsung dalam panci besar yang diletakkan di atas kompor menyala. Pembeli umumnya memasak sendiri makanan mereka.

Pun demikian dengan Shabu-Q. Saya harus memasak sendiri makanan yang saya inginkan, Millens. Eh, tapi nggak sulit kok. Sudah ada panci besar berisi kuah panas pada tiap meja. Jadi, saya tinggal memasukkan bahan makanan yang kita pilih lalu menunggunya sampai matang.

Ada dua ruang dalam setiap panci (steampot) di Shabu-Q. Jadi, kamu bisa memilih dua kuah berbeda dari enam macam kuah yang mereka sediakan. Di sini saya sempat galau lantaran semua kuah itu tampak menggoda dan, err, gratis! Ha-ha. 

Pilihan saya kemudian jatuh pada kuah Gyu Soup dan Tom Yum. Itu pun lantaran dapat rekomendasi dari pramusaji di sana. Gyu soup adalah kuah yang berasal dari kaldu sapi, sedangkan tom yum adalah kuah khas Thailand yang rasanya asam pedas.

Bayar Sekali

Di Shabu-Q, kamu cukup bayar sekali saja karena konsepnya all you can eat. Namun begitu, ini bukan berarti harganya dipukul rata, loh. Harganya berbeda, bergantung pada jenis daging apa yang kamu pilih. Untuk pengalaman perdana, saya memilih daging sapi wagyu yang merupakan menu terbaik Shabu-Q. Harganya Rp 228 ribu per orang.

Makan di Shabu-Q Semarang. (Inibaru.id/Verawati Meidiana)

Untuk sebuah makan siang berharga, worth it lah! Saya juga masih bisa nambah sepuasnya plus mencicipi tiga jenis daging pilihan lain yang lebih murah. Pokoknya puas!

Manajer Shabu-Q Mayora Chyntia Cjahyana mengatakan, semua daging sapi di tempat makannya diimpor langsung dari Australia. Secara kualitas, dia menambahkan, daging sapi yang disajikan di Shabu-Q merupakan kualitas terbaik.

Lapar yang mendera sedari pagi seketika lenyap begitu saya menikmati makanan tersebut. Kuah gyu soup dan tom yum sangat cocok dengan selera lidah saya. Dagingnya pun empuk. Tambahan berbagai sayuran seperti sawi, jamur, bawang bombay, kol, serta berbagai menu lain seperti sosis, bakso, chikua (olahan cumi), melengkapi makan siang saya.

Oya, semua makanan "pelengkap" itu disediakan gratis, jadi saya yang kebetulan datang bersama seorang teman bisa bebas mengambil sebanyak mungkin makanan tersebut di buffet, tentu saja sesuai kapasitas perut kami.

Nggak cuma makanan, minuman yang mereka sediakan pun beraneka ragam, mulai dari minuman panas hingga dingin, bahkan dari yang bersoda sampai berkafein. Kali ini saya saya memilih oca (teh hijau) dingin. Selain segar, minuman itu juga bisa menetralisasi lidah saya setelah "jungkir balik" dengan berbagai macam rasa makanan.

Kemudian, sebagai penutup, kami memilih buah-buahan segar, puding, dan es krim.

Benar-benar sebuah pengalaman menyenangkan untuk makan di Shabu-Q. Nah, buat kamu yang mau ke sini, jangan lupa laparkan dirimu dulu ya, Millens! Ha-ha. (Verawati Meidiana/E03)