Jajanan Klasik yang Kudu Kamu Coba di Pasar Kumandang

Jajanan Klasik yang Kudu Kamu Coba di Pasar Kumandang
Lapak penjual kacang, pisang rebus, dan sejumlah penganan menarik lain di Pasar Kumambang. (Inibaru.id/Mayang Istnaini)

Selain wisata alam, di Pasar Kumandang kamu juga bisa berwisata kuliner dengan berbagai santapan tradisional. Lima santapan ini bisa jadi ide wisata kulinermu di sana.

Inibaru.id – Kalau sedang berada di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, cobalah untuk berkunjung ke Pasar Kumandang. Ada banyak kuliner klasik yang menarik untuk kamu cicipi di pasar serba lawas yang buka saban Minggu pagi itu. Sejumlah jajanan yang dijual di sana bahkan mungkin sudah sulit kamu temukan dalam keseharian, lo, Millens!

Oya, pasar tersebut nggak menggunakan mata uang Rupiah untuk bertransaksi. Sebagai gantinya, mereka memakai mata uang khusus berupa keping bambu yang sudah ditandai. Jadi, sebelum mulai bertualang kuliner, tukar uangmu dulu, ya. Satu keping bambu dihargai Rp 2.000.

Keping bambu sebagai pengganti mata uang di Pasar Kumandang. (Inibaru.id/Mayang Istnaini)

Sudah menukar uang? Saatnya berburu kuliner! Untuk mengawalinya, cobalah jajanan ringan yang cukup bikin kenyang, yakni cenil, lupis, dan tiwul. Perut harus kenyang, meski nggak kekenyangan, bukan? Dan, yang penting adalah muah!! Makanan khas Jawa Tengah itu dihargai dua keping bambu saja. 

Kamu bisa membeli salah satunya atau padukan saja ketiganya. Rasa manis kincanya benar-benar lumer di mulut! Perpaduan parutan kelapa juga membuat jajanan legendaris yang mulai sulit kita jumpai itu terasa gurih.

Campuran cenil, lupis, dan tiwul. (Inibaru.id/Mayang Istnaini)

Kalau kurang kenyang, kamu bisa mencoba nasi urap di sana. Sayur rebus yang sudah dicampur bumbu dari parutan kelapa plus rempeyek teri dan tahu bacem dijamin bakal mengenyangkan perutmu yang mungkin mulai keroncongan. Seporsi nasi urap bisa kamu tebus hanya dengan tiga keping bambu saja. Murah-meriah!

Seporsi nasi urap. (Inibaru.id/Mayang Istnaini)

Kemudian, untuk minumnya, silakan pesan jamu tradisional yang juga tersedia cukup lengkap di lapak yang ada di Pasar Kumandang. Beras kencur, kunyit asam, sirih, atau temulawak? Pilih saja sesukamu. Jamu yang disajikan dalam gelas tanah liat itu dihargai dua keping bambu. 

Nggak hanya melepas dahaga, jamu bisa menyehatkan badan juga, lo!

Jamu yang menyegarkan sekaligus menyehatkan. (Inibaru.id/Mayang Istnaini)

 

Camilan tradisional. (Inibaru.id/Mayang Istnaini)

Masih pengin ngemil? Hm, coba kacang rebus atau pisang rebus deh. Kudapan itu bisa jadi sajian pencuci mulutmu. Kamu juga bisa menikmatinya sambil mengitari Pasar Kumandang lagi lo. Oya, seporsi kacang rebus dan pisang rebus diharga satu keping bambu saja.

Tapai ketan yang dibungkus wadah anyaman bambu. (Inibaru.id/Mayang Istnaini)

Puas "berkelana" kuliner, saatnya pulang! Eits, jangan lupa membawa oleh-oleh untuk keluarga di rumah, ya. Kamu bisa beli tapai ketan. Tapai yang berbungkus daun pisang itu terasa manis dan menyegarkan.

Nah, lantaran pasar itu menerapkan konsep zero plastic, bungkus untuk tapai ketan take away itu pun menggunakan anyaman bambu. Menarik banget, bukan?

Nah, itu dia ide penganan yang kudu kamu coba kalau berkunjung ke Pasar Kumandang. Well, selamat jalan-jalan akhir pekan ya, Sobat Millens! (Mayang Istnaini/E03)