Memburu Kurma sembari Jalan Sore di Kampung Arab Semarang

Puasa Ramadan nggak lengkap rasanya kalau belum buka atau sahur Ramadan tiba! Sudahkah kamu menyediakan buah kurma sebagai hidangan buka puasa? Kalau belum, ikut berburu kurma di Kampung Arab Semarang, yuk!

Memburu Kurma sembari Jalan Sore di Kampung Arab Semarang
Berburu kurma di Kampung Arab Semarang. (Inibaru.id/Hayyina Hilal)

Inibaru.id – Akhirnya, tiba juga di bulan puasa yang penuh berkah. Selamat datang, Ramadan! Nah, bicara tentang Ramadan, Indonesia merupakan salah satu negara yang selalu menyambut bulan tersebut begitu meriah. Banyak tradisi digelar untuk menyambutnya. Pelbagai kuliner khas Ramadan diburu masyarakat, salah satunya adalah buah kurma.

Di Semarang, Jawa Tengah, ada satu kampung yang acap dijadikan referensi masyarakat untuk berburu penganan bercita rasa legit itu. Namanya adalah Kampung Arab yang berada di wilayah Kauman. Di sana kamu bisa menemukan pelbagai jenis kurma yang kamu inginkan. Harganya pun relatif murah dan cenderung minim penipuan.

Kurma Madinah di toko Marwah Gift. (Inibaru.id/Hayyina Hilal)

Buah kurma memang menjadi salah satu penganan berbuka puasa yang paling banyak diminati masyarakat. Selain baik bagi kesehatan, kaum Muslim meyakini bahwa mengonsumsi buah yang tumbuh dengan baik di daerah bersuhu panas itu tiap sahur dan buka bisa mendatangkan pahala.

Berburu kurma di Kauman paling menyenangkan pada sore hari. Hampir tiap Ramadan saya menyempatkan diri berburu ke sana, nggak terkecuali tahun ini. Sehari sebelum Ramadan, kebetulan saya ke Kauman sekalian jalan-jalan menyusuri daerah yang berlokasi nggak terlalu jauh dari Kampung Pecinan dan Kota Lama tersebut.

Saya sempat bingung memilih toko mana yang pengin saya masuki. Namun, pilihan saya akhirnya jatuh pada salah satu toko bernama Marwah Gift.

Suasana di dalam toko Marwah Gift. (Inibaru.id/Hayyina Hilal)

Toko tersebut berada di Jalan Kauman No 8 atau tepat di di samping kanan masjid tertua di Semarang, yakni Masjid Agung Kauman Johar. Berbagai jenis kurma tersedia di sana. Dari rasa, ukuran, hingga tekstur yang bervariasi mereka jual.

Hariyanti, salah seorang staf penjualan Marwa Gift mengklaim, koleksi kurma di tempatnya bisa dibilang yang paling lengkap di Semarang.

“Kami punya kurma madinah, kurma mesir, hingga kurma dubai,” akunya.

Salah satu pegawai toko menimbang kurma untuk pelanggannya. (Inibaru.id/Hayyina Hilal)

Dari berbagai jenis kurma di Marwah Gift, saya tertarik untuk memilih kurma madinah dan mesir. Melihat teksturnya, kurma madinah lebih padat dan kering, sementara kurma mesir bertekstur kenyal dan sedikit lembab. Namun, kedua kurma tersebut tetap memiliki rasa legit yang begitu enak di mulut, kok.

Sebelum membeli, saya sempat dipersilakan mencicipi kurma-kurma tersebut. Yang menarik, kamu disarankan untuk nggak membuang biji kurma sembarangan. Toko yang didirikan pasangan suami-istri Hamzah Musawah dan Zaikiyah itu sengaja menyediakan tempat khusus untuk biji kurma yang pengunjung makan.

Tempat khusus biji kurma. (Inibaru.id/Hayyina Hilal)

Kurma madinah yang saya beli dihargai Rp 70 ribu per kilogram, sedangkan kurma mesir dibanderol Rp 50 ribu per kilogram. Sementara, untuk kurma dubai, kamu cukup mengeluarkan biaya Rp 20 ribu per kilogram.

Selain kurma, Marwah Gift juga menjual pelbagai penganan dan bahan makanan "Arab" seperti kismis (raisin), cokelat salwa, kacang arab, kacang almond, hingga kacang fustuk (pistachio). Tiap kilogram kismis dihargai Rp 80 ribu, sedangkan coklat salwa Rp 150 ribu. Sementara, kacang arab dibanderol Rp 70 ribu, almond Rp 245 ribu, dan fustuk Rp 250 ribu.

Nggak hanya penganan dan bahan makanan, toko yang buka sejak 1993 itu juga menyediakan peralatan khas Timur Tengah seperti teko, termos, tasbih, hingga anaka sajadah khas Turki. Tempat tersebut juga menyediakan pelbagai ubo rampe dan oleh-oleh umroh atau haji di sini, mulai kain ihram, sabuk haji, mukena, hingga air zam-zam. Komplet!

Gimana, Millens, memungkinkan untuk jadi agenda ngabuburitmu nggak? Datangnya sore saja, biar bisa icip-icip begitu tiba waktu berbuka puasa. Ha-ha. Selamat menjalani puasa Ramadan! (Hayyina Hilal/E03)