Nggak Biasa, Gudeg di Pawon Pariyem Dibuat dari Buah Salak

Nggak Biasa, Gudeg di Pawon Pariyem Dibuat dari Buah Salak
Gudeg Salak, masakan di Rumah Makan Pawon Pariyem. (Brilio/Farika Maula)

Gudeg lumrahnya dibuat dari nangka muda. Namun, gudeg di Pawon Pariyem ini berbahan baku buah salak. Hm, bagaimana rasanya ya?

Inibaru.id – Berlibur ke Yogyakarta, nggak lengkap rasanya bila belum menyantap gudeg. Makanan khas Yogyakarta yang rasanya manis itu biasanya terbuat dari nangka muda. Namun, gudeg di Rumah Makan Pawon Pariyem, Dukuh Kadisobo II, Desa Trimulyo, Sleman ini berbahan dasar dari buah salak.

Bagi sebagian orang, gudeg salak mungkin akan terdengar aneh. Namun, konon, rasa yang disuguhkan gudeg ini akan membuatmu langsung terkesima. Ada sensasi rasa yang berbeda dalam satu hidangan, yakni kombinasi rasa manis dan juga rasa asam yang segar.

Rumah Makan Pawon Pariyem. (Brilio/Farika Maula)

Menurut Kepala Dukuh Kadisobo II Mawardi, meskipun bahan dasarnya berbeda, pembuatan gudeg salak ini sama dengan gudeg pada umumnya. Rempah-rempah yang digunakan untuk bumbu pun cenderung sama, termasuk lembar daun jati yang mengeluarkan warna khas gudeg.

Untuk membuatnya, buah salak akan diolah sedemikian rupa hingga dagingnya empuk. Buah salak kemudian dipotong-potong dan direndam dalam air kapur selama satu hingga dua jam untuk mendapatkan tekstur yang kenyal. Setelah itu, salak baru dimasak seperti cara memasak gudeg pada umumnya menggunakan santan.

Mawardi menuturkan, ide pembuatan kuliner ini berawal dari keinginan untuk menyelamatkan perkebunan salak yang hampir jatuh. Petani salak di Sleman mengalami krisis perkebunan karena harga salak yang jatuh di pasaran. Untuk meningkatkannya kembali, Desa Trimulyo membuat inovasi unik melalui konsep makanan khas gudeg.

Mengenai harga, gudeg salak ini dibanderol Rp 23 ribu per porsi. Selain gudeg salak, Rumah Makan Pawon Pariyem juga menyajikan olahan salak lainnya seperti pie salak, jenang salak, keripik salak, dan cocktail salak. Gimana, tertarik mencoba? (IB07/E04)