Legendaris, Soto Sangka Banyumas Sudah Eksis Sejak 1925!

Legendaris, Soto Sangka Banyumas Sudah Eksis Sejak 1925!
Soto Sangka Banyumas.(infopurwokerto.com)

Di Banyumas, ada Soto Sangka yang melegenda dan sudah eksis sejak 1925. Kabarnya, dulu soto ini jadi buruan orang Belanda yang pengin wisata kuliner, lo.

Inibaru.id – Bicara tentang kuliner Banyumas, biasanya orang bakal terpikir dengan mendoan atau sroto Sokaraja. Tapi, di sana juga ada kuliner unik lain, yaitu Soto Sangka yang sudah eksis sejak 1925, lo.

Soto Sangka Banyumas bisa kamu temukan di Desa Kedunguter, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas. Kalau pengin ke sana, kamu tinggal berjalan ke arah Polsek Banyumas jika berasal dari Alun-alun Banyumas. Sekitar 100 meter dari Polsek tersebut, bakal terlihat kok tulisan Soto Sangka.

Soto ini dianggap legendaris dan bahkan disebut-sebut sebagai pionir soto di Banyumas. Nah, kini, yang mengelola adalah Usmarni. Dia dan anaknya meneruskan usaha ini dari orang tuanya. Tapi, pendirinya adalah sang kakek yang bernama Sangka.

Waktu kali pertama berdiri, Pak Sangka hanya berjualan soto di pinggir jalan. Karena warga Banyumas dan bahkan orang-orang Belanda menyukainya, sotonya pun semakin laris. Akhirnya, orang-orang pun menyebutnya dengan Soto Pak Sangka dan kemudian jadi brand kuat dari soto dengan kuah yang dikenal pekat ini.

“Iya. Jualannya sudah dari 1925,” cerita Usmarni, (14/4/2021).

Dimasak di Atas Tungku

Soto Sangka Banyumas sudah berdiri sejak 1925. (Chelsea Venda)
Soto Sangka Banyumas sudah berdiri sejak 1925. (Chelsea Venda)

Meski dikenal sebagai kuliner legendaris Banyumas, jangan kira tempat makan Soto Sangka ini mewah ya. Kedainya masih sederhana hingga sekarang. Bahkan, ukuran warungnya masih 4x6 meter saja. Kalau kamu masuk ke dalamnya, hanya tersedia 3 buah meja dan 15 kursi plastik. Jadi, kalau makan di sana, jangan kaget jika sampai harus berdesak-desakan, ya? Maklum, rasanya enak dan diburu banyak orang untuk wisata kuliner.

Rahasia dari rasa Soto Sangka Banyumas yang nikmat adalah penggunaan tungku berbahan kayu bakar untuk memasak. Selain itu, bumbu-bumbu racikannya juga masih sama sejak kali pertama Pak Sangka dulu berjualan pada zaman penjajahan seperti jahe, kunir, dan merica bala.

“Dari dulu sampai sekarang, cara memasaknya sama. Harganya Rp 17 ribu karena kita selalu menggunakan ayam kampung,” lanjut Usmarni.

Nggak hanya soto yang berisi ketupat, daun bawang, ayam kampung, kecambah, kacang goreng, serta sambal kacang yang jadi primadona. Kamu juga bisa meminta tambahan potongan ti ampela, daging ayam, hingga usus goreng atau kerupuk. Duh, makin nikmat, deh.

Soto Sangka biasa buka dari pukul 08.30 WIB sampai pukul 14.00 WIB. Pintar-pintar memilih waktu untuk datang ke sana karena soto ini legendaris dan banyak pelanggannya, ya Millens. (Ser, Tra/IB09/E05)