Latte Art: Ngopi Sekaligus Nyeni

Latte Art: Ngopi Sekaligus Nyeni
Sajian cafe latte di Coffee Folia, Semarang. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Cafe latte datang, difoto, langsung diunggah ke media sosial supaya terlihat "ngopi". Namun, ada sederet kisah di balik sebuah cafe latte dengan latte art di atasnya itu, lo.

Inibaru.id – Setiap kopi punya ciri khas dan daya tariknya tersendiri. Teknik penyeduhannya pun menentukan rasa pada secangkir kopi. Begitu juga dengan rasa dan hiasan pada secangkir café latte yang digandrungi sejumlah orang.

Bagi para pencinta kopi, mereka pasti sudah akrab dengan hiasan yang ada di permukaan café latte. Hiasan atau lukisan itu biasanya disebut latte art. Selain rasa latte-nya, latte art inilah yang biasanya diburu para penikmat kopi.

Namun, membuat latte art bukanlah hal yang mudah, Millens. Perlu latihan berkala selama berbulan-bulan untuk bisa “menggambar” latte. Hal ini diungkapkan salah seorang barista Coffee Folia Ragil.

“Untuk bisa buat latte art yang bentuk hati, yang dasar ya, aku butuh waktu sebulan. Cepat nggaknya bisa itu sih sebenernya bergantung pada niatnya,” kata Ragil.

Menikmati cafe latte di Coffee Folia. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Lebih lanjut, Ragil menjelaskan, setidaknya ada empat bentuk dasar latte art yakni hati (love), tulip, rosetta, dan angsa (swan). Teknik membuat setiap gambar berbeda-beda. Ada yang harus dirangkai satu per satu seperti dahlia, tapi ada juga yang langsung sekali tarik seperti rosetta dan angsa.

Belakangan ini, kata Ragil, juga berkembang free pour. Pola tersebut memungkinkan para barista mengekspresikan bentuk latte art-nya. Tentu, teknik membuatnya hampir sama dengan bentuk dasar tadi, tapi bentuk akhirnya berbeda.

Selain itu, steamed milk buatan si barista juga berpengaruh pada bagus tidaknya gambar.

“Steam kan sebenernya buat memunculkan busa dari susu. Nah, kalau terlalu lama, nanti busanya bisa terlalu banyak. Kalau terlalu singkat malah nggak muncul busanya,” imbuh Ragil.

Oh iya, mood seorang barista juga berpengaruh pada latte art buatannya, lo. Kalau mood atau suasana hati barista sedang nggak enak, membuat latte art bisa saja terasa sangat sulit. Terkadang, latte art buatannya malah nggak berbentuk. Ups!

Sajian cafe latte di Coffee Folia. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Bila sudah begitu, seorang barista mengakalinya dengan caranya masing-masing.

“Kalau nggak punya duit buat ganti, aku biasanya tarik-tarik aja pakai alat supaya bagus sedikit. Pengaruh banget emang mood itu,” terang Ragil.

Kendati latte art seringkali dipertimbangkan, menurut Ragil, rasa café latte lah yang terpenting. Seorang barista perlu meramu espresso dan steamed milk dengan pas supaya menghasilkan rasa café latte yang enak.

Hm, cukup susah ya. Kamu termasuk penggemar café latte nggak nih? (Ida Fitriyah/E05)

Coffee Folia

Alamat             : Jalan Taman Siswa no 70, Sekaran, Gunungpati, Semarang (Sebelum Pasar Krempyeng)

Jam Buka         : 13.00 - 00.00 WIB

Harga Minuman : Rp 13.000 - Rp 24.000

Harga Makanan : Rp 12.000