Kuliner Penghalau Hawa Dingin dari Jateng

Kuliner Penghalau Hawa Dingin dari Jateng
Mi ongklok, salah satu kuliner khas Wonosobo yang pas banget dimakan saat hawa dingin menyerang. (airomedia.net)

Tubuh kita membutuhkan asupan yang menghangatkan dan menyegarkan saat berada di kawasan pegunungan. Lalu, sebaiknya kita makan dan minum apa, ya?

Inibaru.id - Kabut pegunungan yang menerpa tubuh membuat hawa dingin nggak terhindarkan. Brrr, dinginnya sampai menusuk tulang! Penginnya, sih, masuk kamar, membenamkan diri dalam tumpukan bantal dan selimut yang tebal. Eits, tapi percuma, dong, berwisata ke pegunungan kalau cuma itu aktivitas yang kamu lakukan?

Biar nggak kedinginan, berburu kuliner khas yang menghangatkan untuk mengawali hari nggak ada salahnya. Nah, kalau kamu sedang berkunjung ke Jawa Tengah, kuliner-kuliner tradisional ini perlu banget kamu buru. Apa saja?

Purwaceng

Purwaceng hangat memang paling cocok diminum di tengah dinginnya udara Dieng. (Inibaru.id/Putri Rachmawati)

Ini adalah tanaman legendaris asal Dieng yang banyak dicari wisatawan. Tanaman yang menyerupai gingseng tersebut biasa diolah jadi minuman yang mampu menghangatkan tubuh. Konon, minuman tersebut juga punya manfaat untuk obat pelancar peredaran darah, obat masuk angin, obat antibakteri, dan lain-lain.  

Teh Kaligua

Bubuk teh hitam dari Kaligua. (tea-teh.com)

Nikmatnya teh hitam Kaligua bisa kamu cecap salah satunya saat berada di daerah perkebunan teh Kaligua, di lereng sebelah barat Gunung Slamet, Desa Pandansari, Kecamatan Paguyungan, Brebes. Teh yang menjadi komoditas ekspor ini memiliki rasa pahit yang khas karena ditanam di dataran tinggi dengan intensitas matahari yang minim.

Mi Ongklok

Mi ongklok. (Instagram.com/desytariyem)

Mi kuning yang diguyur kuah kental dengan bumbu rempah dan bumbu kacang ini bisa kamu jumpai di Kawasan Dieng, Wonosobo. Semangkuk mi ongklok hangat beserta tempe kemul bakal jadi sajian berharga ketimbang sekadar mi instan saat udara malam dingin melanda.

Nasi Goreng Tembakau

Nasi goreng tembakau. (Instagram.com/heriirfani)

Menu unik ini bisa kamu jumpai di daerah penghasil tembakau Temanggung. Yang menjadi campuran nasi goreng bukanlah daun, melainkan biji tembakau, ya, Millens. Rasanya memang sedikit berbeda dengan nasgor biasa. Pendapat banyak orang, nasgor tembakau cenderung lebih pahit dan wangi menyengat. Penasaran? Cobalah sendiri, ya!

Itulah minuman dan makanan yang baiknya nggak kamu lewatkan saat lagi liburan atau dinas luar kota di wilayah pegunungan di Jateng. (IB20/E03)